Cara Bersyukur yang Benar Kepada Allah SWT

Cara Bersyukur yang Benar Kepada Allah SWT

Penulis: Rindi Ariska

Gagasanonline.com- Terkadang kita seringkali membandingkan nikmat hidup kita dengan hidup orang lain. Sampai kita lupa dengan nikmat hidup yang seharusnya disyukuri. Kita sering lupa kalau tidak semua orang bisa diposisi kita. Kalau sudah seperti ini yang terjadi adalah kita akan berburuk sangka kepada Allah dan membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain yang akan menyebabkan iri hati dan dengki.

Allah SWT berfirman: 

أَنِ اشْكُرْ للهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ
Artinya: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri.” (QS. Luqman: 12).

Baca juga: Makrifat, Maksiat dan Memulai Hidup Baru

Allah SWT memerintahkan agar kita semua bersyukur kepada-Nya. Perintah ini tidak berarti bahwa Allah membutuhkan ungkapan syukur dari manusia. Tanpa manusia bersyukur kepada-Nya, Allah tetaplah Tuhan yang Maha Kaya, Terpuji  dan Berkuasa atas seluruh alam ini.  Perintah syukur itu  sesungguhnya untuk kepentingan dan kebaikan manusia sendiri, sebab Allah akan menambah nikmat-Nya kepada manusia apabila manusia bersyukur kepada-Nya sebagaimana ditegaskan dalam surat  Ibrahim, ayat 7:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لاَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ 
Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Berikut cara-cara bersyukur yang benar kepada Allah SWT :

1. Dengan Hati, maksud dari cara bersyukur dengan hati adalah mengakui bahwa nikmat datang dari Allah SWT. Allah SWT berfirman yang artinya:
“Allah tidak akan mengazabmu selama engkau bersyukur dan beriman kepada-Nya.” (Qs. An-Nisa 147).

Baca juga: Empat Cara Mengetahui Cacat Dalam Diri Sendiri

2. Dengan Lisan, maksudnya adalah selalu memuji Allah dalam setiap keadaan. Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika beliau dalam keadaan bahagia maka beliau akan mengatakan “Segala puji bagi Allah, karenanya semua nikmat menjadi sempurna” dan bila dalam kondisi berduka beliau tetap mengatakan “Segala puji bagi Allah, dalam setiap keadaan yang saya alami.” (HR. Ibnu Majah).

3. Dengan Amal Shaleh, amal shaleh harus dilandasi dengan keikhlasan dan sesuai contoh Rasulullah dan bukan sekedar ucapan apalagi angan-angan. Allah SWT berfirman yang artinya :
“Wahai Rabbku berilah aku kekuatan untuk bersyukur, sehingga aku dapat mensyukuri seluruh nikmat yang telah engkau karuniakan kepadaku dan kedua orangtuaku, sehingga aku bisa selalu beramal sholeh.” (QS. Al-Ahqaf:15).

Baca juga: Peristiwa-Peristiwa Pada Bulan Muharram

Agar kita bisa selalu bersyukur, pandanglah orang di bawah kita. Lihat ternyata masih ada yang lebih susah dari kita. Contohnya, seandainya kita masih memiliki orangtua, lihatlah mereka yang tidak memiliki orangtua. Dari satu nikmat ini seharusnya kita wajib mensyukurinya. Jangan sampai iri dengki kepada orang lain. Intinya, jangan lupa bersyukur atas apapun yang kita miliki sekarang.

Sumber: Youtube Yufid.Tv
Editor: Delfi Ana Harahap
Foto: Internet



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.