Cerpen

Tak Ada Surga di Rumahku

Penulis: Kiki Mardianti Gagasanonline.com- “Aku sempat menghardik Tuhan atas cobaan beruntun di hidupku. Kata mereka, rumah adalah surga, tempat berpusatnya kasih sayang dan perlindungan, tapi tidak bagiku. Aku mengutuk seluruh laki-laki di dunia ini. Termasuk ayah kandungku sendiri,” batinku dalam tangis. *** “Ceraikan aku sekarang juga, laki-laki bangsat! Aku menyesal menikah denganmu! Biar kubawa Rara bersamaku, dia akan lebih aman daripada dia besar di tangan bapak tak bertanggungjawab sepertimu!” teriak

[Cerpen] Mama, Maafkan Denis

Penulis: Adrial Ridwan gagasanonline.com– Aku sama sekali enggak pernah menggangap kehadiran mama selama ini. Aku hanya sayang sama Papa. Papa-ku dengan segala fasilitas yang telah ia berikan. Dan mama dengan segala kecerewetannya. Semuanya jadi hancur karena tingkahku. Semua yang disimpan mama selama ini terungkap. Papa pun baru mengetahui semuanya hari ini. Mama hebat menyembunyikannya selama 10 tahun tanpa menimbulkan kecurigaan dariku mau pun dari papa. “Mama-mama Denis mau mama sadar,

Benda yang Berkorban

Penulis: Hendrik Khoirul Gagasanonline.com – Namaku Pipo, aku bukan apa-apa atau siapa-siapa, aku hanya seonggok benda mati yang bisa hidup, dan bisa mati lagi dan bisa hidup lagi dan bisa mati lagi. Aku memang rentan hidup dan mati, mati dan hidup, sesuka Ino melakukannya. Ino adalah pemilikku, dia bukan Tuhan yang bisa menghidup-matikan makhluk sesuka hatinya. Dia sama sepertiku, aku dan Ino sama-sama makhluk, bedanya dia di dimensi kehidupan dan

Susuk

Penulis: Delfi Ana Harahap “Aku iri pada perempuan itu,” kata Erna. “Kenapa?” jawabku. “Dia cantik dan pacaran dengan Adi.” “Tapi kau juga cantik.” “Dia lebih cantik.” Namanya Erna, menurutku dia cantik dengan kulit putih bersihnya, badannya juga proporsional. Tapi ya begitulah, hanya kurang bersyukur saja. Beberapa minggu ini dia terus saja menceritakan Tia yang berpacaran dengan Adi. Aku tahu dia suka Adi dan iri pada Tia. Hari itu kudengar Erna

[Cerpen] Aku Ingin Normal, Tuhan

Penulis: Adrial Ridwan Hasrat dalam tubuh ini terasa sesak, apalagi melihat Dimas tidak mengenakan sehelai kain pun. Jika bisa memilih, aku ingin sekali hidup layaknya manusia normal. Aku tahu perilaku seks menyimpang yang kualami ini salah dan dilarang oleh semua agama. Tetapi bagaimana caranya Tuhan? Hidupku terasa sesak sekali. Terutama saat kehadiran Dimas di sisiku. Saat berada di rumahnya, Dimas acap kali setelah mandi tidak mengenakan apa-apa. Mungkin iya berfikir

Ara, Gadis Sekecil Itu

Penulis: Delfi Ana Harahap** Gagasanonline.com – Namanya Ara, kami bertemu dengannya di suatu sore. Aku dan temanku, Indah, saat itu kami jalan-jalan ke salah satu lapangan olahraga dekat kos-kosan, niatnya untuk cuci mata dan minum jus sembari menghabiskan waktu. Kami duduk di kursi penonton di pinggir lapangan basket yang sore itu digunakan untuk bermain futsal. Dari tempat duduk itu kami bisa melihat orang-orang yang sedang joging, anak-anak remaja latihan karate,

Meski Sekadar Hati-Hati

Penulis: Siti Nurlaila Lubis Pertama kalinya bagiku menyaksikan pertunjukan besar di kampus, maklumlah aku mahasiswa baru yang tidak tahu apa-apa. Anggap saja polos dan masih menjadi remaja sebelum beranjak dewasa. Melihat ramainya pengunjung yang datang dari luar, membuatku tertarik untuk mengabadikan foto. “Cekrek… cekrek…” bunyi jepretan kamera ponsel pribadi Tiba- tiba dari jarak yang tidak terlalu jauh terlihat seseorang melambaikan tangannya ke arahku. “Alin!” memanggil namaku dengan keras. Spontan tangan

Mati di Setitik Kriminalisasi.

Penulis: Delfi Ana Harahap Aku berjalan menyusuri jalanan gang, niatku untuk membeli mie instan di warung persimpangan jalan dekat tempat potong ayam. Tapi kulihat banyak orang berkerumun di depan warung itu, mulai dari lansia, anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, dan remaja. Semuanya berkerumun membentuk lingkaran, terdengar suara-suara makian dan wajah-wajah penuh rasa geram. Aku penasaran, ku terobos kerumunan itu. Dan mengerikan, kudapati anak-anak dengan luka pukul dimana-mana, dan dahi sudah berdarah. Kuperkirakan umurnya masih 10

Sepahit Kopi  Arabika

Oleh : Lailatu Rahma “Alya Rena S.Pd anak dari Bapak Jery dan Ibu Nela. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, IPK 3,95 dengan predikat cumlaude. Merupakan mahasiswi pemuncak Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,” gema Moderator Sidang Senat Terbuka. Dengan bangga kedua orang tua Alya berdiri sembari tepuk tangan sekeras mungkin, agar semua orang tahu bahwa Alya adalah putrinya. Dengan penuh rasa gemetar, ia melangkahkan kaki menuju panggung. Diiringi tepuk tangan yang