Pandemi Corona, UKK/UKM Sulit Cari Anggota Baru

Pandemi Corona, UKK/UKM Sulit Cari Anggota Baru

Penulis: Syahrul Rosidin

Gagasanonline.com- Sejak 2019 UIN Suska tidak melakukan pengenalan Unit Kegiatan Kampus (UKK)/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi Mahasiswa Baru (Maba). Ditambah dengan adanya pandemi corona saat ini semakin menghambat UKK/UKM dalam mencari anggota baru.

Ketua Korps Suska Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Rizki Efendi mengatakan sulit untuk menjangkau dan mengenalkan KSR PMI kepada Maba, karena open recruitment hanya dilakukan secara daring.

“Tahun lalukan secara langsung kita bisa kenalkan, kalau saat ini kan kita melalui online, belum tentu mencakup mereka (Maba) semua,” ujarnya Sabtu (07/11/2020).

Baca juga: PBAK Daring Tahap Dua UIN Suska Diundur

Rizki mengatakan UKK/UKM dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mengenalkan UKK/UKM-nya masing-masing, karena tidak adanya pengenalan UKK/UKM di acara PBAK Daring 2020.

Senada dengan Rizki, Ketua Resismen Mahasiswa (Menwa) Arfa Gusnaidi  juga kesulitan dalam mengenalkan Menwa kepada Maba secara daring.

“Yang namanya organisasi semi militer itu kan susah untuk online gimana latihannya, pengenalan secara mendalam online itu lah kendala kami. Mau dipaksakan ke anggota pun enggak bisa soalnya orang itukan masih masuk kuliah daring, masih banyak di kampung enggak bisa dikumpulkan secara rame,”jelasnya.

Baca juga: HMJ Matematika Gelar MATHINFO Secara Daring

Wakil Rektor III, Promadi mengatakan SEMA dan DEMA menyinggung pengenalan UKK/UKM secara umum di PBAK Daring 2020, agar Maba tahu dan mendapatkan gambaran mengenai UKK/UKM UIN Suska.

“Untuk open recruitment di masa Covid-19 ini diperlukan masing-masing UKK/UKM kreatif merecruit anggota baru,” tandasnya.

Reporter: Syahrul Rosidin, Syefrizel Rahayu
Editor: Delfi Ana Harahap
Foto: Wilda Hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.