kongres mahasiswa

Armasnyah  : Ini Kongres Cacat! Kenapa Harus Datang?

Gagasanonline.com- Kongres Mahasiswa ke-VI di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) pada 20 hingga 22 Maret 2018, tak dihadiri oleh peserta dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Hal ini dinyatakan langsung oleh Pelaksana Tugas (PLT) Ketua BEM, Armansyah. Ia menyatakan kongres yang dilakukan bersifat ilegal dan tidak sesuai dengan Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). “Ini Kongres cacat, kenapa harus datang?” ungkapnya saat ditemui di teras PKM UIN Suska Riau. Kamis (22/03/2018). Armansyah

Peserta Sidang Sepakat PUOK Tak dibahas di Kongres Mahasiswa.

gagasanonline.com: Kongres Mahasiswa ke VI BLM UIN Suska dihadiri oleh perwakilan Lembaga Mahasiswa setingkat UIN Suska meminta Pedoman Umum Organisasi Kampus (PUOK) untuk menjadi pembahasan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) secara internal. Sebelumnya PUOK telah disahkan oleh pimpinan sidang tetap dan telah disahkan pada Selasa (20/3/2018). Dalam PUOK yang disahkan hanya terdapat satu penambahan poin yaitu Kelembagaan Mahkamah Konstitusi (MK). “kita kembalikan fungsi legislatif kepada BLM,” Ujar Latif Peserta Penuh dari

Kelembagaan MK Ditambah dalam PUOK

Kongres ke-VI Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) UIN Suska Riau resmi dibuka Selasa lalu. Dalam Sidang Pleno II Kelembagaan Mahkamah Konstitusi (MK) ditambah dalam Pedoman Umum Organisasi Kampus (PUOK), 20/3/2018). Sidang dipimpin oleh Pemimpin Sidang I Ahmad Dianto, Pemimpin Sidang II Amir Mahmud, dan Pemimpin Sidang III Humairoh. Sidang sempat ditunda pada pukul 17.00 WIB kemudian dilanjutkan pada pukul 21.00 s/d 23.00 WIB. Dalam Sidang Pleno II tersebut disepakati ditambahkannya MK