Kabag Akademik: Pelaksanaan Kuliah Tatap Muka Belum Bisa Dipastikan

Kabag Akademik: Pelaksanaan Kuliah Tatap Muka Belum Bisa Dipastikan

Penulis: Hamdi Syukron**

Gagasanonline.com- Oktober lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengizinkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memutuskan pembukaan sekolah atau belajar tatap muka di sekolah mulai Januari 2021 di seluruh zona risiko Covid-19.

“Perbedaan besar di SKB sebelumnya, peta zonasi risiko tidak lagi menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka. Tapi Pemda menentukan sehingga bisa memilih daerah-daerah dengan cara yang lebih detail. Kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021. Jadi bulan Januari 2021. Jadi daerah dan sekolah sampai sekarang kalau siap tatap muka ingin tatap muka, segera tingkatkan kesiapan untuk laksanakan ini,” ungkap Nadiem yang dikutip dari laman CNN Indonesia.

Menanggapi hal ini, Rina Yeni selaku Kepala Bagian (Kabag) Akademik UIN Suska mengatakan tidak bisa memastikan kapan mulai diterapkannya perkuliahan tatap muka di UIN Suska.

Baca juga: Bersama UIN Walisongo, HMPS SAA UIN Suska Gelar Webinar Moderasi Beragama

“Engga bisa Ibu jawab, itu kebijakan pimpinan. Melihat kondisi Covid-19 ke depan,” ujarnya melalui Whatsapp, Sabtu (26/12/2020).

Ainul Mardiah, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menuturkan sudah cukup merasa bosan dengan perkuliahan daring, karena menurutnya banyak materi yang tidak dimengerti mahasiswa.

“Membosankan, lelah menatap layar terus hampir setiap hari. Belum lagi kendala jaringan. Materi yang diberikan dosen banyak mahasiswa yang kurang mengerti, karena sistem pembelajarannya kurang efektif,” ucapnya.

Baca juga: Mahasiswa Segel Sekretariat Sema-U

Senada dengan Ainul, Riska Cahyani Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) mengatakan perkuliahan daring membuat Mahasiswa Baru (Maba) jadi kurang mengenal teman sekelas dan dosen pengajar.

“Harapan saya semester selanjutnya bisa kuliah tatap muka dan semoga untuk mata kuliah semester selanjutnya bisa dipahami sebaik mungkin,” tandasnya.

Reporter: Reza Fatia**, Sri Wulandari**, Hamdi Syukron**
Editor: Delfi Ana Harahap
Foto: UIN Suska Riau


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.