Bersama UIN Walisongo, HMPS SAA UIN Suska Gelar Webinar Moderasi Beragama

Bersama UIN Walisongo, HMPS SAA UIN Suska Gelar Webinar Moderasi Beragama

Penulis: Wilda Hasanah

Gagasanonline.com– Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Studi Agama Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau adakan webinar bertemakan ‘Moderasi Beragama: Harapan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Tahun 2021’ pada 31 Desember 2020. Acara ini berkolaborasi dengan HMPS SAA UIN Walisongo Semarang. Ketua HMPS SAA UIN Suska, Arif Marianto sebagai pengusul kegiatan mengatakan tema tersebut diangkat karena di tahun 2020 masih banyak konflik terjadi antar umat beragama khususnya intoleransi di Indonesia.

“Semoga di tahun 2021 kebebasan beragama, berkeyakinan dan toleransi di Indonesia bisa tercapai dengan baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatkan kedamaian, kesejahteraan, saling menghargai, tolong menolong. Karena kita hidup di Indonesia dengan banyak agama, tentunya kita harus saling menghargai antar sesama pemeluk agama,” harap Arif. Minggu (01/01/2021).

Acara ini dihadiri beberapa pemateri yakni Pastor Kepala Campus Ministry Unika Seogijapranata Semarang, Aloys Budi Purnomo. Pr, Ketua Majelis Buddha Travada Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pmd Aggadhamma Warto, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi Muhammad Anshori, Delegation Of Pre-Synodal Meeting For Young People In Vatican, Rome Italy 2018.

Baca: Civitas Akademik Goro Bersihkan Masjid Al-Jami’ah UIN Suska

Dalam materinya Pmd Aggadhamma Warto mengatakan moderasi beragama dalam perspektif forum kerukunan umat beragama yakni toleransi, saling pengertian dan saling menghormati. Dalam membangun kedewasaan beragama, dialog merupakan hal penting, saling belajar dan saling memberi ruang.

Baca: Mahasiswa Segel Sekretariat Sema-U

“Kalau kita sering dialog sehingga tidak ada ruang yang kosong, tidak ada saling curiga satu sama lain, di sinilah kita dianggap dewasa dalam keberagaman berbangsa dan bernegara,” ungkap Warto.

Ia juga menyampaikan jika seluruh warga Indonesia apapun agama dan sukunya, jika semua malu untuk berbuat jahat dan melakukan hal buruk kemudian takut akan akibatnya, maka dunia akan aman, Indonesia akan selamat dari kehancuran.

Reporter: Wilda Hasanah
Editor: Feri Kurniawan
Foto: Panitia Webinar Moderasi Beragama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.