Mahasiswa Keluhkan Kinerja Dosen Selama Pembelajaran Daring

Penulis: Helmaya Indra Sari**

Gagasanonline.com-Mahasiswa UIN Suska Riau mengeluhkan ketidakefektifan perkuliahan yang dilaksanakan secara daring, dan menganggap beberapa dosen lalai dalam mengajar. Mahasiswa Jurusan Manajemen, Robi Sucandra menilai bahwa sistem perkuliahan daring tidak efektif, dimana seharusnya mahasiswa mendapatkan banyak penjelasan materi layaknya perkuliahan tatap muka, dalam perkuliahan daring mahasiswa hanya dibebankan tugas yang belum tentu mereka paham.


“Kendala kedua yang saya rasakan adalah ketidakefektifan sistem perkuliahan. Dimana kita kalau kuliah tatap muka mendapatkan penjelasan dari dosen, dengan daring ini kita hanya diberi tugas,” tuturnya. Kamis (31/12/2020).

Baca juga: UU Ciptaker Hambat Penyerapan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas

Robi juga mengeluhkan ketidaksesuaian jam perkuliahan. Beberapa dosen terlambat mengisi jam perkuliahan yang sudah ditetapkan di iRaise. Ia menambahkan hal ini yang menjadi penyebab mengapa mahasiswa memiliki tugas yang menumpuk.

“Sistem kuliah online ini juga tidak efektif karena jam perkuliahan yang sudah ditetapkan melalui iRaise bisa berubah-ubah. Perkuliahan yang seharusnya dimulai dari jam 06.30 kadang malah dimulai dari jam 08.00 WIB, atau jam 07.00 WIB. Sebagai mahasiswa mau tak mau ya kita harus mengikuti karena dosenkan berbeda-beda maunya seperti apa dan arahannya bagaimana,” ujarnya.

Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi, Tata Ayunita Pertiwi juga mengatakan ada beberapa dosen tidak hadir karena alasan tertentu.

“Ada dosen yang tidak hadir di jam perkuliahan dikarenakan hal-hal tertentu, diantaranya sakit atau pun hal lainnya,” tuturnya. Sebagai solusi untuk mengejar ketertinggalan materi perkuliahan, ia mengaku harus bergabung dalam kelompok belajar agar bisa memahami materi perkuliahan terkait.


Menanggapi keluhan yang diutarakan oleh mahasiswa, Dosen Ilmu Komunikasi, Rohayati membagikan pandangannya.

“Wajar kalau mahasiswa mengeluh karena mereka memiliki hak untuk mendapatkan pengajaran yang baik dari dosennya. Selama ini, saya belum pernah sih dapat keluhan yang seperti itu, Alhamdulillah. Kalau misalnya ada keluhan ya ditampung dulu, kita diskusi dan lainnya,” jelasnya saat dihubungi via telepon.

Baca Juga: Perjuangan Body Shop Melawan Tindakan Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Perempuan

Rohayati menyatakan menjadi seorang dosen harus profesional, tetapi dosen juga manusia biasa yang punya kesalahan dan kekurangan. Ia mengatakan bahwa setiap permasalahan pasti mempunyai solusi jika saling terbuka, diskusi dan saling mencari jalan keluarnya.

“Pertama yang harus diperhatikan adalah mengapa mahasiswa berpikir demikian, apa indikator dosen yang hanya fokus ngurus anak, apakah perkuliahan tidak maksimal, dan lain-lain. Kalau sudah dapat permasalahannya maka tinggal cari solusi,” ucapnya.

Rohayati berharap dosen dan mahasiswa bisa saling berkomunikasi dengan baik agar tidak ada lagi keluhan mahasiswa tentang kinerja dosen pengajar.

“Harapannya, antara dosen dan juga mahasiswa terjalin komunikasi yang baik sehingga persoalan demikian tidak lagi perlu dikeluhkan,” tutupnya.

Reporter : Helmaya Indra Sari**, Suryani**
Editor: Lia Resti Andani
Foto: Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.