Mahasiswa UIN Suska Sebut Beberapa Kendala Selama Kuliah Daring

Mahasiswa UIN Suska Sebut Beberapa Kendala Selama Kuliah Daring

Penulis : Sefrizel Rahayu**

Gagasanonline.com – Mahasiswa UIN Suska Riau mengaku mengalami beberapa kendala dalam sistem perkuliahan daring. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Wisnu Septiaji Pratama mengatakan jika dirinya terkendala saat mencari buku yang telah ditetapkan oleh dosennya sebagai referensi pengerjaan tugas.

“Buku-buku masih banyak yang belum lengkap. Sehingga ketika membuat makalah kesulitan untuk mencarinya. Kadang ada dosen yang menyuruh harus lima referensi buku, disuruh cari di Google Book, kan di Google Book tidak bisa di-copy paste jadi harus dilihat betul-betul hanya untuk satu makalah,” tuturnya pada Minggu (03/05/2020).

Wisnu juga mengatakan ada dosen yang bersikap tidak sabaran ketika sedang melakukan diskusi daring, karena menganggap mahasiswa tidak menguasai dan belum membaca materi yang diberikan.

“Kadang ketika kami sedang mengetik pesan, dosennya malah bilang ‘sudah kita cari waktu lain saja diskusinya’. Padahalkan kami mengetik butuh waktu juga, karena harus teliti dan memberikan sumber yang jelas pula,” ungkapnya.

Tak sampai di situ, Wisnu juga menuturkan terkendala saat melakukan Ujian Tengah Semester (UTS) melalui Video Call (VC) di aplikasi Line.

“Ada teman yang tinggal di daerah sulit jaringan sehingga dia susah untuk VC, sampai-sampai harus ke pinggir jalan untuk cari jaringan. Aku sebagai kosma mau nolak tawaran UTS dari dosen segan, tapi kasihan juga sama teman-teman yang sulit jaringan,”ucapnya.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Yeni Elma Fitri menuturkan bahwasannya perkuliahan daring sangat melelahkan karena setiap hari harus menatap layar laptop dengan durasi yang cukup lama, sehingga membuat matanya sakit.
“Selain capek, kuliah online juga menghabiskan banyak kuota internet,” tuturnya.

Yeni juga mengatakan jika ada dosen yang memberikan banyak tugas tanpa pernah menjelaskan materi yang diberikan.

“Hanya beberapa dosen saja yang menjelaskan materi, itupun kadang belum tentu bisa dipahami. Kalau kuliah seperti biasakan enak, materi dijelaskan di kelas hingga mudah dipahami, tugas juga tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Mahasiswa Psikologi, Ferda Khayrunnisa mengeluhkan ketidak tepatan waktu dosen dalam memberikan tugas.

“Kadang ada tiga dosen kasih tugas berbarengan dan deadline di hari yang sama, jadi buat bingung,” tandasnya.

Reporter: Sefrizel Rahayu**

Editor: Delfiana Harahap

Foto: shutterstock

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.