Pacaran Penyebab Perzinaan

Pacaran Penyebab Perzinaan

Penulis: Hafizul Wananda Putra**

Gagasanonline.com – Akhir-akhir ini kita seringkali melihat sepasang laki-laki dan perempuan yang berduaan, bermesraan, dan nongkrong di beberapa tempat umum seperti mal, bioskop, taman kota, dan lain-lain. Mereka berkomitmen meskipun jangka waktunya masih lama hingga bertahun-tahun. Apakah ini namanya pacaran walaupun tujuannya menikah walaupun waktunya masih lama?

Kemudian ada juga yang sudah hijrah tapi masih saja mengingatkan pacarnya di tengah malam untuk menunaikan Salat Tahajud. Ia berkata “Hai, tahajud ya, dek.”

Allah SWT berfirman,

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ – 2:42

“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah[2]: 42)

Ayat di atas menjelaskan bahwa kita tidak boleh mencampurkan antara yang kebenaran (Haq) dengan yang kebatilan (batil).

Dan Allah SWT juga berfirman:

… وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ – 2:168

“…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah[2]: 168)

Setan tidak pernah mengatakan “ayo berzina!”. Setan itu berawal dari mulai-melangkah. Lalu, bagaimana solusinya?

Solusinya adalah kita kuliah saja terlebih dahulu untuk mendapatkan S1, lalu teruskan ke S2. Setelah itu semuanya akan indah pada masanya, yaitu menikah. Jadi, jangan pernah berkomitmen karena nanti kita akan terjerumus dalam perzinaan dan segala perbuatan tidak baik. Namun, jika kita hendak bertunangan itu boleh asalkan jangan lama-lama.

Pada zaman dahulu, bertunangan dalam waktu yang lama tidak apa-apa karena jarang bertemu. Namun, seiring berkembangnya teknologi, informasi, dan komunikasi, kita hanya boleh bertunangan sebentar saja karena walaupun tidak pernah bertemu tapi kita selalu berkirim pesan di WhatsApp, berkirim foto dan video. Ingatlah bahwa setan tidak pernah berhenti bekerja. Allah SWT berfirman,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ – 7:16 ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ –

7:17

“(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf[7]: 16-17)

Ingatlah, laki-laki adalah durian dan perempuan adalah timun. Jika durian bertemu timun, maka tidak pernah untung (di atas sobek di bawah hancur). Jadi dapat disimpulkan bahwa kita tidak dibenarkan berpacaran karena dapat menjerumuskan kepada perbuatan tidak baik. Pacaran yang terbaik adalah setelah menikah.

Sumber: Ust. H. Abdul Somad, Lc., MA.
Editor: Bagus Pribadi
Sumber foto: iStock

1 Komentar


  1. Masya Allah keren.. Kalau bisa tiap minggu ada tulisannya tentang kajian.. Keren habis 👏👏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.