Niat Hati Ingin Pergi dari Insomnia, Malah Nostalgia

Niat Hati Ingin Pergi dari Insomnia, Malah Nostalgia

Penulis: Teguh Arif Ramadhan

Gagasanonline.com – Saya iseng-iseng mencari jurnal soal insomnia, karena akhir-akhir ini saya kesulitan untuk tidur di malam hari. Saya juga sering terbangun di tengah malam, akhirnya tidur saya jadi tidak teratur dan sering bangun kesiangan. Wah kalau begini terus gimana mau bangun rumah tangga ya guys. Jian Ramashok!

Ternyata eh ternyata dari jurnal yang saya baca, menurut International Classification of Sleep Disorder 2 (ICSD-2), Insomnia itu terdapat beberapa keluhan seperti kesulitan memulai tidur, kesulitan untuk mempertahankan tidur sehingga sering terbangun dari tidur, bangun terlalu dini hari dan sulit untuk tidur kembali, tidur dengan kualitas yang buruk. setelah membacanya, saya cukup tercengang. “Wadaw, semua keluhan dan cirinya sangat relate dengan apa yang saya rasakan,” dalam hati. Jangan-jangan saya dan insomnia itu sudah berjodoh, hehe.

Padahal kalau dipikirkan dan dikaji secara mendalam, saya sangat punya waktu yang cukup untuk tidur tapi tidak punya kemampuan untuk tidur. Kalau untuk tidur aja saya engga punya kemampuan, gimana saya mau mendapatkan restu dari orang tuamu, Nduk. Ambyar. Ternyata tidur juga ada kesulitannya dan harus punya kemampuan untuk tidur dengan baik.

Kesulitan-kesulitan tidur akhirnya akan mengganggu aktivitas di siang hari, seperti kelelahan, gangguan konsentrasi, gangguan dalam hubungan social, performa jelek dalam pekerjaan, memori, pusing dan kekurangan energy serta motivasi. Jadi dapat dilihat kalau tidur juga memiliki peran yang penting dalam perjalanan hidup kita, Hah kita ? iya-iya cuma saya aja yang insomnia. Ibaratnya tidur itu sebagai bentuk pemulihan kita dari hari-hari yang lelah, meregangkan otot-otot dan menenangkan pikiran seperti bentuk istirahat dari otak yang tak bisa berhenti memikirkan dia yang sudah bersama lelaki lain. Jancuk!

Nah dari malam-malam saya yang panjang dengan terjaga sampai pukul empat pagi, saya mengisinya dengan mendengarkan lagu-lagu yang saya pikir akan menghantarkan jiwa dan pikiran saya untuk tidur. Berharap menghilangkan insomnia tapi ternyata eh ternyata malah semakin membuat saya tidak bisa tidur. Karena teringat kenangan-kenangan yang tersirat dalam lagu tersebut.

Berikut lagu-lagu yang awalnya saya pikir bisa bikin tidur malah membuat saya terus kepikiran dan tidak bisa tidur. Terjebak masa lalu, Kampret!

  1. Selepas Kau pergi – Laluna

Lagu ini rilis pada 2004 silam, sudah 16 tahun yang lalu ternyata. Saya suka sekali dengan lagu ini, karena enak didengar dan menyentuh gitu, hehe. Mulai dari music hingga liriknya saya suka semua. Lagu ini tidak terlalu selow tapi tidak juga ngebeat, yah pas gitu.

Awalnya saya pilih lagu ini karena berharap akan tertidur dengan tenang. Bukan mati ya tapi tidur. Saya dengarkan lirik perlirik, semakin mendengarkan saya malah jadi terngiang-iang dan otak saya tiba-tiba flashback ke suatu masa. Saya jadi merasa patah hati lagi walaupun sedang tidak, saya jadi ingat mantan saya dan kepikiran lagi. Sepanjang malam saya jadi kepikiran orang yang sudah meninggalkan saya. Jian Ambyar!!

  1. Dan – Sheila On 7

Semua anak-anak tahun 90-an pasti kenal dengan band yang satu ini. Personil-personilnya terlihat awet muda sampai sekarang. Lagu ini cukup jadi favorit saya dengan melodi sederhana yang khas dan enak didengar. Begini liriknya:

Lupakan saja diriku

Bila itu bisa membuatmu

Kembali bersinar dan berpijar

Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku

Bila itu bisa membuatmu

Kembali bersinar dan berpijar

Seperti dulu kala

Liriknya begitu menyayat hati dan meluluh lantahkan seluruh pertahanan hati saya. Anjay! Lagu yang selow saya pikir akan membawa pikiran saya ke alam yang sunyi dan penuh ketenangan. Bukannya tidur saya malah menghayati lagu ini dengan berkhayal bisa menyanyikan lagu ini di depan perempuan yang telah menolak saya. Kan jadi curhat saya, nyanyi saja masih sering salah nada, gimana mau nyanyi di depan perempuan. Ngajak ngobrol saja saya enggak berani. Hehe.

  1. Hitam Putih – Fourtwnty

bagai langit dan bumi

yang tak pernah sealam

bagai hitam dan putih

yang tak pernah sewarna

hanya kita yang merasakannya

belajar melepaskan dirinya

walau setengahku bersamanya

ku yakin kita kan terbiasa

walau inti jiwa tak terima

Setelah mendengar lagu dari Wak Ari Lesmana dan Wak Nuwi, eh jangan lupa ada Mas Roots yang entah itu siapa, saya jadi berpikir kalau hubungan jarak jauh itu belum ada apa-apanya dari hubungan yang beda agama, suku dan ras. Susahnya untuk menyatukan rasa yang sama di latar belakang yang berbeda.

Ketika niat hati ingin terhanyut dengan kemerduan suara Ari Lesmana yang khas untuk tertidur, saya malah jadi teringat dengan kekasih hati saya yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan saya. Padahal jujur, dulu saya sayang banget dan yanglebih menyakitkannya lagi seminggu setelahnya dia berpacaran dengan teman saya sendiri. Dan itu semua meyakinkan saya kalau dulu dia memutuskan saya karena beda keyakinan, saya yakin tapi dia malah gak yakin sama saya. Jadinya End deh. Mengingat masa lalu membuat saya tidak bisa tertidur. Sadboy L

  1. Rumit – Langit Sore

Lagu ini sangat relate dengan orang-orang sulit mendapatkan hati orang yang disukai. Gak usah jauh-jauh deh, saya juga sedang mengalaminya. Saat mendengar lagu ini jujur saya, dari tadi saya sering bilang jujur-jujur, tapi jujur deh, tuh kan lagi, saya orangnya emang jujur. Saya teringat respon perempuan yang saya taksir sejak saat semester satu di perkuliahan, sampai sekarang saya sudah semester enam belum juga mendapatkannya. Saya jadi berkaca apa yang salah dari saya dan apa yang kurang, kalau kurang sih banyak, gak sadar diri aja saya mah, hehe. Dan untung ada lagu ini, saya jadi sadar, Nduk. Ternyata cinta itu sederhana, yang rumit itu kamu, iya kamu. Dan memang mencintaimu itu mudah, Nduk, yang sulit membuatmu juga mencintaiku. Malam saya jadi galau, bingung dan ambyar. Bagaimana cara mendapatkan hatimu ya, Nduk? Satu malam tak juga saya temukan jawabannya, yang ada saya malah bangun kesiangan dan dimarahin sama emak. Apa saya harus membangun seribu candi untukmu, Nduk? Miniaturnya dulu, kamu mau ndak?

  1. Hari Bersamanya – Sheila On 7

Hahaha ini lagu yang saya suka sekali, mengingatnya membuat saya senyum-senyum sendiri. Lagu ini memang membuat saya tidak tidur tapi bukan karena galau semalaman, tapi karena mesam-mesem sendiri. Karena mengingat suatu hari di mana saya dan perempuan yang saya suka dari semester satu kuliah itu, pergi boncengan berdua untuk melihat pertunjukan seni di kampus.

Lagu ini bikin flashback saya ke masa itu, di mana saya menjemputnya dengan perasaan yang campur aduk, senang tapi nerveous, ya pokoknya begitulah. Seingat saya juga di saat pertunjukan kami duduk berdua dan ada salah satu band yang tampil membawakan lagu ini. Duh senang sekali rasanya, tapi sepertinya hanya saya yang senang mengingatnya dan mungkin perempuan yang saya ajak itu sudah lupa. Malam itu juga menjadi yang pertama dan terakhir saya memboncengnya. Tidak ada kelanjutan apa-apa, kenapa tiba-tiba saya jadi ambyar lagi ya? Biarlah manusia kan berhak ambyar kapan dan di mana pun hehe. Tapi terima kasih untuk kamu yang mau saya ajak malam itu, walau sekarang kamu masih cuek seperti biasanya, saya tetap senang saat mendengar lagu ini, Nduk. Dan mudah-mudahan Tuhan akan memberi kesempatan untuk melancarkan hariku bersamamu, suatu saat nanti. Amin.

Itulah beberapa lagu yang saya pikir bisa bikin tidur tapi malah berakhir melek sepanjang malam. Niat hati ingin menumpahkan rasa kelelahan malah membangkitkan kenangan. Jian ambyar, Cuk !!!

Editor: Tika Ayu
Foto: Internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.