Tradisi Hari Idul Fitri di Beberapa Daerah

Tradisi Hari Idul Fitri di Beberapa Daerah

Penulis: Lia Resti Andini**

gagasanonline.com – Hampir sebulan penuh Ramadan akan kita lewati. Perayaan Hari Raya Idul Fitri pun hanya tinggal menghitung hari. Tentu seluruh umat muslim di dunia bergembira menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, begitu pula penduduk Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam. Di Indonesia ada berbagai macam tradisi untuk menyemarakkan Idul Fitri. Setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda. Ada pun tradisi untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di beberapa daerah di Indonesia dikutip dari damniloveindonesia.com sebagai berikut:

1. Festival Meriam Karbit
Tradisi Meriam Karbit merupakan tradisi yang dilakukan warga Pontianak, Kalimantan Barat. Tradisi ini sudah berlangsung selama dua ratus tahun. Menggunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakkan di pinggir Sungai Kapuas. Menjelang malam takbiran, warga Pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai untuk menyalakan meriam-meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan.

2. Batobo
Tradisi yang satu ini cukup unik . Jadi, warga Riau yang mudik ke kampung halamannya, akan disambut meriah, bukan hanya keluarga saja, tapi juga disambut oleh warga desa. Mereka akan diarak dan diiringi rebana menuju tempat bukber (buka bersama). Selain jadi tempat saling lepas rindu dan mempererat silatuhrahami, tradisi ini juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Al-qur’an, dimana hadiahnya dari para pemudik yang pulkam (pulang kampung) itu.

3. Bedulang
Setelah melakukan silatuhrahmi dan maaf-maafan, warga Bangka juga memiliki tradisi unik dalam merayakan momen kebersamaan ini. Yaitu tradisi makan Begawa yang artinya makan bersama, tapi karena cara menyajikannya menggunakan tudung saji, maka disebut juga Bedulang. Cara makannya tidak dibolehkan menggunakan sendok, tapi mesti pakai tangan. Sebelum makan diwajibkan untuk cuci tangan dengan aturan orang yang paling tua yang lebih dulu mencuci tangan kemudian dilanjutkan ke usia yang lebih muda dan seterusnya.

4. Festival Tumbilotohe
Tradisi ini bisa dibilang cukup indah. Warga Gorontalo akan menyalakan lampu yang berbahan minyak tanah yang akan menerangi sepanjang jalan di Gorontalo. Tujuan menyalakan lampu ini dibuat sebagai penerangan jalan agar warga desa gampang melewati jalan ketika membagi-bagikan zakat. Tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu.

5. Grebeg Syawal
Sedangkan di Yogyakarta, setelah Idul Fitri, ada tradisi yang selalu dilaksanakan yaitu perayaan Grebeg Syawal. Grebeg Syawal adalah tradisi keraton untuk nyambut 1 Syawal. Warga akan mengarak bermacam-macam hasil bumi yang disusun rapi membentuk kerucut dan ukurannya besar, dari Pagelaran Keraton menuju halaman masjid Agung Kauman. Setelah berdoa, hasil bumi tadi akan jadi rebutan warga yang hadir.

Tradisi di atas adalah perayaan Idul Fitri di beberapa daerah di Indonesia. Masing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri dalam merayakan Idul Fitri. Keberagaman dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri ini lantas tidak membuat kita terpecah, karena perbedaan itu indah.

Sumber artikel: damniloveindonesia.com
Foto: Internet/belitunginfo.com

Editor: Adrial Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.