Tradisi Lampu Colok di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis

Tradisi Lampu Colok di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis

Penulis: Muhamad Fauzi*

gagasanonline.com – Lampu colok merupakan sebuah alat penerang yang digunakan pada zaman dulu. Saat itu lampu-lampu tersebut umumnya digunakan untuk menerangkan jalan. Lampu colok tersebut terbuat dari kaleng bekas diberi sumbu, agar hidup diberi minyak tanah. Supaya semakin ciamik, ketika mendekati akhir Ramadan lampu-lampu tersebut pun disusun membentuk suatu bangunan, terkadang dalam bentuk bangunan masjid, maupun tulisan Idul Fitri.

Di Provinsi Riau, tradisi lampu colok ini bisa ditemukan di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Bengkalis. Karena telah menjadi tradisi sejak zaman dahulu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga kembali membangkitkan tradisi ini dengan menggelar Festival Lampu Colok Tahun 2019.

Festival ini diklaim sebagai upaya melestarikan tradisi turun temurun di Bengkalis. Festival lampu colok sendiri biasanya diselenggarakan setiap malam ke 27 Ramadan atau malam Stujuh likur. Tradisi lampu colok ini diikuti beberapa desa yang berada di Kabupaten Bengkalis.

Selain melestarikan tradisi, festival lampu colok menjadi salah satu daya tarik wisatawan baik dari dalam maupun dari luar daerah Kabupaten Bengkalis.

Desa Pangkalan Batang, Kabupaten Bengkalis menjadi tuan rumah pembukaan Festival Lampu Colok 2019. Seperti dikutip melalui situs bengkalisinfo.com, Bupati Bengkalis Amril Mukminin secara resmi membuka festival lomba lampu colok tingkat Kabupaten Bengkalis, Jum’at malam 31 Mei 2019, bertempat di Desa Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis.

Pembukaan festival tersebut dimulai pukul 20.30 WIB usai selasai sholat sunnah tarawih dan witir berjemaah.

Peresmian pembukaan lampu colok pun ditandai dengan menghidupkan salah satu lampu oleh Amril Mukminin. Dalam sambutan ia memberi apresiasi atas diselenggarakannya festival lampu colok tingkat Kabupaten Bengkalis ini. Serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang senantiasa berkomitmen tinggi untuk melestarikan kearifan lokal festival lampu colok yang dilaksanakan setiap tahun ini.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Camat Bengkalis yang diwakili Sekretaris Camat Bengkalis Rafli Kurniawan, Kepala Desa Pangkalan Batang Faisal dan ratusan undangan lainnya.

Dengan melestarikan tradisi lampu colok ini, penulis berharap dapat membangkitkan semangat gotong royong dan saling bahu membahu antara masyarakat. Serta semangat pemuda yang antusias dalam melestarikan tradisi ini pun terlihat dan dipertahankan supaya kelak tradisi lampu colok ini dapat dinikmati dan dilestarikan anak cucu kedepannya. Selain itu juga tradisi lampu colok ini di Kabupaten Bengkalis menjadi Negeri Junjungan yang tetap gemilang dan budaya melayu yang tak akan hilang di bumi.

*Tulisan ini kiriman dari Muhamad Fauzi, mahasiswa Jurusan Peternakan, Semester IV, UIN Suska Riau. Isi tulisan menjadi tanggungjawab penulis.

Foto: Muhamad Fauzi
Editor: Adrial Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.