Kwitansi Permen dari Toko Philips, Jadi Kontroversi Saat LPJ BEM

Kwitansi Permen dari Toko Philips, Jadi Kontroversi Saat LPJ BEM

gagasan-online.com -Kamis malam (12/1/2017) di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), kongres mahasiwa ke-V Badan Legislatif Mahasiwa (BLM) berlangsung tegang. Pasalnya, pembacaan laporan pertanggung jawaban (LPJ) Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) periode 2015-2016  ditolak oleh peserta sidang.

Ini terjadi karena menurut peserta sidang masih banyak data yang belum lengkap dan banyak yang tidak sesuai dengan fungsi BEM. Peserta sidang yang hadir meminta BEM untuk melengkapi semua data yang kurang setelah beberapa jam sesi tanya-jawab antara peserta sidang dan BEM.

Namun salah satu laporan kemudian menjadi kontroversi setelah salah seorang peserta kongres mempertanyakan bukti kwitansi dari tempat pembelian yang tidak sesuai dengan barang yang dibeli. “Anda siap mempertanggung jawabkan ini semua?” tanya Muhammad Ikhsan.

Ikhsan mempertanyakan bukti kwitasi dari Toko Philips yang terlampir dalam LPJ tersebut. Tertulis di dalamnya adalah Muraqua dan permen Kiss. Menurutnya hal ini tidak masuk akal karena toko Philips merupakan toko perlengkapan listrik, bukan toko barang harian. “Bagaimana anda menjelaskan ini,” tegas Ikhsan.

Menurut Ikhsan pihak BEM hanya mejelaskan bahwa seluruh LPJ yang mereka sampaikan sudah diterima oleh pihak Rektorat dan tidak dipermasalahkan. Menurutnya ini merupakan indikasi bahwa pihak rektorat tidak mengecek kembali LPJ yang telah diberikan oleh pihak BEM.

“Jawaban dari pihak BEM, mereka menganggap enteng dan mereka menggap LPJ ini sudah lolos di Rektorat dan tidak perlu dipermasalahkan lagi oleh peserta sidang,” kata Ikhsan.

Ikhsan berharap LPJ yang tidak sesuai ini ditindaklanjuti oleh pihak Rektorat karena berindikasi dibuat secara serampangan. Ia menuturkan jika ini dibiarakan, maka ke depannya anggaran BEM yang besar akan dikelola asal-asalan. “Kalau tidak ditindaklanjuti laporakan kepada BPK (Badan Pengawas Keuangan),” ujar Ikhsan.

Penulis : Hanif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *