UKT Tak Direvisi, Mahasiswa Gelar Aksi

UKT Tak Direvisi, Mahasiswa Gelar Aksi

Gagasanonline.com- Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, melakukan aksi Mimbar Bebas ‘Revisi atau Lengser’ di lobi Gedung Rektorat. Aksi ini terkait tidak adanya revisi Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai mengecewakan, Rabu (02/01/2019).

Sekitar pukul 13:30 WIB, peserta aksi menuju gedung Rektorat. Sesampainya di sana beberapa mahasiswa menyampaikan orasinya secara bergantian. Mahasiswa Teknik Industri, Haikal, dalam orasinya mengatakan mahasiswa harus berani menurunkan Rektor apabila revisi UKT belum dituntaskan. “UKT melilit, orang tua kita menangis susah payah membiayai uang kuliah kita,” teriaknya.

Sebelumnya pada 31 Desember 2018, Rektor UIN Suska Prof Dr H Akhmad Mujahidin SAg MAg, melayangkan surat edaran berisi keputusan revisi UKT, namun di dalam surat edaran tersebut tidak ada perubahan pada UKT non Bidikmisi. Di sisi lain UKT Bidikmisi disamaratakan berdasarkan KMA No. 211 tahun 2018. Hal ini diduga memicu amarah mahasiswa, hingga dibuatlah rencana Mimbar Bebas di depan gedung Rektorat untuk menuntut keadilan.

Berselang tidak beberapa lama, Koordinator Lapangan (Korlap),  Tobing, mengajak peserta aksi untuk masuk ke dalam gedung Rektorat lantai dasar guna melakukan evaluasi dan rencana ke depannya. Namun sayang, tak ada satupun pimpinan UIN Suska yang menjumpai pengunjuk rasa. “Kalau tidak ada respons dari Rektor, Senin depan kita akan mengadakan aksi lagi, jangan salahkan kalau batu bertemu kaca,” kata Korlap.

Rencana seruan aksi tersebut disebarluaskan melalui media sosial pada 01 Januari 2019. Titik kumpul aksi di depan sekretariat BEM UIN Suska. Fauzan, mahasiswa fakultas pertanian dan perternakan (FPP) mengaku mengetahui seruan aksi ini berdasarkan pesan Whatsaap yang tersebar.

Fauzan mengatakan menolak atas keputusan rektor yang tidak melakukan perubahan terhadap UKT pada tahun 2019. Menurutnya  penetapan UKT tidak sesuai yang diterima setiap mahasiswa UIN Suska.  “Mahasiswa ekonomi menengah ke bawah dapat UKT tinggi dan yang ekonominya menengah ke atas dapat UKT rendah, mahasiswa kan juga butuh keadilan,” ungkapnya penuh harap.

Ia mendukung adanya aksi mahasiswa UIN Suska di gedung rektorat itu.”Semoga dengan adanya aksi ini, rektor berubah pikiran untuk melakukan perubahan UKT,” cetusnya.

 

Reporter: Hafizul** & Wilda**
Editor: Kiki Mardianti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *