[Berita] HMJ Teknik Industri Beri Hak Jawab Kasus Kericuhan Saat Wisuda Periode VII

Penulis: Rofiqoh Romadhoni

gagasanonline.com – Menanggapi pemberitaan mengenai kericuhan antar mahasiswa Prodi Teknik Industri dan Prodi Perternakan pada saat wisuda periode VII, Lembaga Teknik Industri memberikan hak jawab atas kejadian tersebut. Jumat, (31/5/2024).

Dijelaskan oleh AA selaku mahasiswa Prodi Teknik Industri mengenai kronologi kejadian. AA menjelaskan bermula saat arak-arakan wisudawan Periode VII pada Rabu, (29/5/2024), mahasiswa Teknik Industri ingin keluar dari Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

“Sekitar pukul 11.30, terdapat di gapura depan PKM, ada sekelompok mahasiswa Lembaga Perternakan yang sudah berada di sana. Pada saat itu kami sedang berjalan keluar, dan beberapa mahasiswa di antaranya saya sedang mengkondusifkan jalan agar tidak adanya kemacetan di sana. Namun pada saat itu, mahasiswa dari Lembaga Pertenakan tidak ingin geser atau memberikan ruang untuk mahasiswa Teknik Industri jalan keluar dari PKM,” jelasnya saat diwawancarai pada Jumat, (31/5/2024).

Kemudian, AA memaparkan upayanya dan mahasiswa lain untuk melobi dan berbicara kepada mahasiswa Lembaga Pertenakan. Namun, mahasiswa Lembaga Perternakan bersikeras tidak mendengarkan. Lalu, di saat itu juga, terjadi pengeroyokan terhadap mahasiswa Prodi Teknik Industri yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Perternakan

“Ada salah satu mahasiswa Prodi Teknik Industri berinisial MF yang ditarik ke dalam kelompok mahasiswa Lembaga Pertenakan serta melakukan pengeroyokan. Hal ini disaksikan oleh mahasiswa TI lainnya berinisial K,” paparnya.

Disebutkan AA, K melihat MF dipukuli, dikeroyok dan dilempari dengan stick bass yang mengenai wajahnya. Selain itu, luka pecah juga terdapat di area bibir. Dan, inilah yang menjadi awal mula kericuhan di depan PKM.

Setelah kericuhan, AA mengatakan kedua lembaga mengadakan kesepakatan dengan menarik massa dari kedua lembaga.

“Menenangkanlah, kedua lembaga masing-masing menarik massa,” katanya.

Setelah kericuhan di PKM, AA menuturkan Teknik Industri kembali melakukan arak-arakan wisudawan dahulu. Sehabis itu, mendatangi Fakultas Pertanian dan Perternakan untuk meminta pertanggungjawaban.

“Selepas arak-arakan, mahasiswa Teknik Industri mendatangi Fakultas Pertanian dan Perternakan (FPP) untuk meminta pertanggungjawaban dari pelaku pemukulan serta ingin melakukan mediasi,” tuturnya.

Berdasarkan hak jawab yang diberikan AA, karena kurangnya respon dari mahasiswa Lembaga Perternakan memicu akan adanya kericuhan kembali. Dan setelahnya, pada pukul 16.52 WIB, pimpinan Lembaga Teknik Industri telah melakukan upaya menghubungi pimpinan Lembaga Perternakan untuk penyelesaian masalah kedua lembaga. Namun, dari pimpinan Lembaga Perternakan tidak kunjung memberikan kabar sehingga pada pukul 21.07 WIB kembali dilakukan upaya menghubungi tetapi juga tidak mendapatkan kabar.

Selain itu, AA menyebutkan bahwa pemberitaan mengenai jumlah mahasiswa Prodi Teknik Industri yang mendatangi Fakultas Pertanian dan Perternakan dengan jumlah 100 orang itu tidak benar.

“Jumlah mahasiswa disebutkan 100 orang itu tidak benar,” sebutnya

Terakhir, berdasarkan hak jawab, AA berharap untuk dilakukan mediasi antar lembaga kembali.

“Dapat segera terealisasi untuk mediasi,”¬†tutupnya.

Editor: Annisa Firdausi

Foto: Dok. HMJ TI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.