Kata Dosen Soal Mahasiswa Diduga Palsukan Tanda Tangan

Penulis: Tiara Sani*

Gagasanonline.com – Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Rohayati menanggapi beredarnya dugaan mahasiswa memalsukan tanda tangan dosen. Menurutnya, memalsukan paraf adalah tindakan kriminal dan tidak dibenarkan. Mahasiswa yang berani memalsukan tanda tangan, kata dia, merupakan kesalahan yang fatal.

“Orang yang di palsukan tanda tangannya merasa dirugikan karena kita merasa tidak menyetujui dokumen itu. Serta efeknya berjangka panjang,” tuturnya, Kamis (30/11/2023).

Menurutnya, mahasiswa yang memalsukan tanda tangan dikarenakan tidak sabar dalam menjalani proses dan ingin langsung cepat selesai, harusnya tidak boleh dilakukan.

Selanjutnya, ia mengatakan jika dosennya susah di temui maka itu sudah menjadi usaha mahasiswa untuk meyakinkan dosen bersangkutan.

Budi Efendi selaku Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), ia menjelaskan sesuai dengan namanya, tanda tangan merupakan lambang yang menjadi penanda bahwa orang yang mendatangi tersebut telah mengetahui dan menyetujui apa yg di ketahui.

“Dalil apapun yg di gunakan mahasiswa untuk memaksimalkan tanda tangan itu tidak boleh. Apalagi untuk menguntungkan personal,” jelasnya.

Dalam Undang-undang juga sudah di atur Pasal 263 ayat (1) KUHP, jika hukuman pemalsuan tanda tangan adalah penjara selama 6 tahun.

Hal ini juga diungkapkan Irpais, sebelum ia mengambil keputusan ada keresahan atau landasan sehingga ia berani melakukan itu. Tentu ia juga mengetahui konsekuensi hukuman atas perbuatannya. Peristiwa ini terjadi pada mahasiswa semester akhir untuk menyelesaikan skripsi dan proposal.

“Mereka mengalami kesulitan dalam menemui dosen pembimbing, sehingga muncul ide seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, perbuatan ini tidak sepenuhnya disalahkan pada satu pihak saja dan menjadi koreksi buat para dosen.

“Ketika mahasiswa ingin konsultasi maka sebisa mungkin luangkan, Karna tindakan pemalsuan tanda tangan tidak dibenarkan,” tutupnya.

Reporter: Tiara Sani
Editor: Sefrizel Rahayu
Foto: Dok. Gagasan / Tiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.