Fakultas Ushuluddin Canangkan Program PKL Kembali Masuk dalam Kurikulum Periode 2023

Fakultas Ushuluddin Canangkan Program PKL Kembali Masuk dalam Kurikulum Periode 2023

 Penulis: Muti’ah

Gagasanonline.com – Fakultas Ushuluddin mencanangkan program Program Kerja Lapangan (PKL) kembali masuk dalam kurikulum periode 2023. Sebelumnya program PKL dimoratorium atau ditunda untuk sementara waktu pada penerapan kurikulum 2019.

Wakil Dekan (WD) I, Rina Rehayati, mengatakan bulan Juli nanti akan diadakan evaluasi dan meninjau kembali dari pendapat mahasiswa baik yang pernah mengikuti PKL dan yang tidak mengikuti PKL selama masa moratorium. Ia menyebut pihak fakultas akan meninjau tempat PKL dan disesuaikan dengan bidang dan kemampuan mahasiswa.

“Juli nanti akan kita adakan review kurikulum dan InsyaAllah akan dimasukkan evaluasi selama 4 tahun ini. Kita akan minta pertimbangan dari mahasiswa yang pernah melaksanakan PKL untuk melihat tempat yang sekiranya bisa dijadikan tempat PKL dan tempat mana yang dirasa tidak perlu,” katanya, Jumat (17/6/2022).

Reni menambahkan, penundaan program PKL diterapkan setelah adanya keluhan dari beberapa mahasiswa dari lapangan yang berbeda. Mahasiswa mengeluhkan pekerjaan di sana tidak sesuai dengan keahlian dan mengusulkan di Ushuluddin tidak perlu diadakan PKL karna sering mengalami kendala dan akan berdampak kepada nilai.

“Di sana mahasiswa diminta membawa alat sebagai media penyiaran dakwah, sedangkan mereka tidak dibekali itu, karena bidang Ushuluddin lebih kepada keilmuan dan keagamaan bukan praktik penggunaan alat. Jadi mereka mengalami kendala saat PKL dan berdampak pada nilai mereka. Saat mendatangi pimpinan, mahasiswa mengatakan sepertinya tidak perlu ada PKL,” ucapnya.

WD I tersebut mengatakan selama masa moratorium PKL ini, mata kuliah PKL ditiadakan dan hanya ada program praktikum dari beberapa mata kuliah, seperti mata kuliah etika profesi.

“Jadi, selama evaluasi ini mata kuliah PKL dihilangkan dulu, bukan diberhentikan secara permanen,” pungkasnya.

Reporter: Muti’ah, Widi Anggraini Putri
Editor: Rindi Ariska
Foto: dok. Gagasan/Widi Anggraini Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.