Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Rektor UIN Suska Riau: Kita Akan Rancang Bulan Depan

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Rektor UIN Suska Riau: Kita Akan Rancang Bulan Depan

Penulis: Ayu Safitri

Gagasanonline.com – Terkait adanya surat edaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas atau sistem Blended Learning di semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Rektor UIN Suska Riau, Khairunnas berencana akan merancang sistem tersebut di bulan depan.

“Kira-kira di bulan depan kita akan merancang bangun, bagaimana kuliah blended learning bisa kita lakukan terus dan kita coba lakukan di beberapa semester secara offline dan bertahap,” katanya saat diwawancarai pada Jum’at (8/10/2021)..

Seperti diketahui Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, memutuskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di perguruan tinggi pada semester ganjil 2021/2022 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Khairunas menyebut UIN Suska Riau di beberapa kesempatan pembelajaran offline sudah mulai dilakukan, namun masih menggunakan sistem buka-tutup. Ia juga menuturkan program pembelajaran yang menjadi komitmen UIN Suska Riau adalah Blended Learning.

“Di beberapa kesempatan pembelajaran offline sudah kita laksanakan, namun sistemnya masih buka-tutup,” tuturnya.

Baca Juga: Beri Ruang Ekspresi Olahraga Kaum Disabilitas Intelektual, Porda VI SOIna Dibuka Hari Ini

Sistem Blended Learning merupakan sistem pembelajaran tatap muka yang dipadu dengan sistem pembelajaran e-learning. Sehingga sistem ini disebut sebagai sistem pembelajaran campuran.

Sehubungan dengan itu Kemenag dan Kemendikbud sudah mengeluarkan Panduan Penyelenggaraan PTM terbatas. Kedua Lembaga tersebut menekankan pada kesiapan mahasiswa, tenaga pendidik, dan fasilitas yang memenuhi standar protokol kesehatan. Kemudian lembaga pendidikan diwajibkan berkoordinasi pada Satuan Tugas Covid-19 setempat dan terus memperhatikan kondisi proses pembelajaran.

Kendati demikian, Khairunnas menjelaskan dalam satu kelas sistem pembelajaran Blended Learning akan dilakukan secara luring dan daring. Dengan kapasitas ruangan dan jumlah kuota mahasiswa yang telah ditetapkan, serta sesuai kondisi pandemi Covid-19 di Pekanbaru.

“Terkait sistem PTM Terbatas itu akan coba dirancang dengan baik. Sehingga kegiatan perkuliahan masih memenuhi syarat protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Reporter: Annisa Firdausi
Editor: Kakak Indra Purnama
Foto: Dok. Gagasan

4 Komentar


  1. Kerennn..semangat menulis buat kru Gagasan..

    Balas

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya sebagai mahasiswa UIN tentunya berharap kuliah tatap muka diadakan dengan secepatnya, karena jika pembelajaran secara daring kebanyakan siswa tidak aktif dalam kuliah serta kesulitan jaringan juga.

    Balas

  3. Dengan adanya rancangan yang jelas dan baik nantinya, semoga menghasilkan pedoman yang baku bagi kita para dosen dan mahasiswa menuju terwujudnya salah satu kampus yang maju dengan pembelajaran campuran. Kehadiran Covid-19 telah mengajarkan sebuah bentuk pembelajaran daring yang berharga bagi kita para dosen selama 3 semester. Ini merupakan sebuah pembelajaran praktis tanpa harus menguasai teori-teori yang dianggap terlalu tinggi, tapi langsung kepada praktek pelaksanaan, dan kini kita boleh berkata bahwa KITA BISA. Pengalaman ini juga telah membuka mata kita akan perlunya perpaduan pembelajaran dengan bantuan Teknologi Informasi di masa berikutnya. Kepergian Covid-19 akan membentuk kesadaran kita akan perlunya pengembangan profesi sebagai seorang dosen yang memiliki Literasi Digital. Bravo buat UIN Suska Riau.

    Balas

    1. Saya berharap UIN Suska secepatnya melaksanakan perkuliahan luring, dikarenakan kalo terus-terusan daring banyak mahasiswa yang seenaknya mempermainkan sistem perkuliahan dengan mencoreng beberapa peraturan perkuliahan. Dan dikarenakan terus-terusan daring ilmu tidak bisa diserap dengan sepenuhnya, hak mahasiswa dibatasi karena terus-terusan daring. Saya sangat berharap pihak kampus segera menindaklanjuti tentang perkuliahan luring agar hal-hal negatif dari perkuliahan daring dapat ditepis. Karena menurut saya banyak sekali sisi negatif dari perkuliahan daring, disamping ada beberapa sisi positifnya. Sekian terimakasih….

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.