Mona Lisa Smile: Memperjuangkan Hak Para Wanita

Mona Lisa Smile: Memperjuangkan Hak Para Wanita

Penulis: Winda Julianti Handayani

Judul: Mona Lisa Smile,
Tahun rilis: 2004
Sutradara: Mike Newell
Pemeran: Julia Roberts, Kirsten Dunst, Julia Stile, Maggie Gylenhaal
Produksi  : Columbia Pictures dan Sony Pictures Entertainment

Gagasanonline.com – Mona Lisa Smile merupakan film yang disutradarai Mike Newell dan diproduksi Revolution Studios dan Columbia Pictures. Film ini diiperankan aktor-aktor papan atas seperti Julia Roberts (Katherine Watson), Kristen Dunst (Betty Warren), Julia Stiles (Joan Brandwyn) dan Maggie Gyllenhall (Giselle Levy).

Film ini  berlatarbelakang tahun 1953, di mana perlakuan peran gender masih sangat ketat dipegang, seperti sudah dimulai oleh pendahulu mereka pada abad 18. Menceritakan bagaimana wanita membuat  keputusan yang akan di pilih dalam hidup, baik itu menjadi ibu rumah tangga, menjadi wanita karir ataupun melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

Baca: Cara Tradisional Atasi Nyeri Menstruasi

Katherine Watson seorang wanita lulusan University of California Los Angeles (UCLA) diminta untuk mengajar di kampus khusus wanita Wellesley College sebagai dosen seni. Saat Katherine memulai mengajar para mahasiswanya, Katherine terkejut melihat para mahasiswa yang diajarnya menunjukan kepintaran mereka, namun mereka hanya mengikuti silabus yang tersedia. Saat Katherine mengubah metode pembelajaran dengan mengajar diluar dari meteri silabus, para mahasiswa tidak ada yang bisa menjawab. Disini Katherine mencoba mengajarkan pada para mahasiswanya untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Tentu saja metode belajar dan pola pikir Katherine ini ditentang beberapa pihak karena dianggap tidak sesuai tradisi yang telah ada sebelumnya.

Perjuangan seorang Katherine dalam mewujudkan idealismenya mendapat tantangan lewat pertemuannya dengan murid-murid perempuan, Katherine bahkan dihadapkan dengan dua pilihan yaitu mengikuti tradisi pola pikir dan metode kampus atau tetap teguh dengan pola pikirnya yang modern dan berhenti mengajar. Menurut Katherine seorang wanita tetap bisa melajutkan pendidikan maupun karirnya walaupun telah memiliki keluarga. Namun tentu saja lagi–lagi pola pikir ini ditentang oleh pihak kampus.

Baca: Komentar Jahat sampai Persebaran Hoaks Bukti Ketidaksopanan Nitizen Indonesia

Katherine Watson, tokoh yang diperankan oleh Julia Robert mewakili banyak perempuan diluar sana yang menginginkan perubahan lebih baik bagi perempuan, lewat pendidikan. Katherine ingin membuat perubahan mulai dari pemikiran serta gaya hidup.  Ia juga beranggapan tujuan hidup mereka seakan-akan hanya untuk menikah, menjadi istri dan ibu rumah tangga yang baik, wanita juga berhak mengejar pendidikan ataupun karir mereka.

Film ini mengajarkan kita tentang keputusan yang kita pilih dalam hidup. Nilai positif  yang dapat kita ambil terlepas dari apapun gendernya baik itu perempuan ataupun laki-laki untuk mengejar impian setinggi mungkin dalam aspek pendidikan, bidang usaha ataupun dunia karir yang sedang dijalani.

Dalam hal menentukan masa depan kita kedepannya harus dari diri kita sendiri, bukan paksaan atau harus mengikuti kemauan keluarga, sahabat ataupun pasangan kita sendiri.

Editor: Juan Aditya Pratama Putra
Foto: imdb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.