Mengenali Ciri-ciri Kecanduan Gadget Pada Anak

Mengenali Ciri-ciri Kecanduan Gadget Pada Anak

Penulis: Syahrul Rosidin

Gagasanonline.com – Seperti yang kita ketahui, gadget diciptakan untuk mempemudah komunikasi tanpa mengenal jarak. Kini, kehidupan manusia tidak terlepas dari gadget, kehadiran gadget dapat membantu manusia bekerja, belajar, ataupun sekadar menjadi media hiburan.

Namun, perlu diperhatikan pula dampak buruk penggunaan gadget secara berlebihan dapat menimbulkan risiko kecanduan gadget. Kecanduan gadget dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Akhir-akhir ini di indonesia dihebohkan dengan pemberitaan anak kecanduan gadget dirawat  di rumah sakit jiwa akibat penggunaan gadget secara berlebihan. Ternyata kecanduan gadget pada anak dapat menimbulkan dampak kesehatan pada pertumbuhannya. 

Baca: Pernikahan Dini Rentan Menyasar Anak Perempuan

Perlu diperhatikan kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya nya dalam penggunaan gadget yang berlebihan. Namun berbanding terbalik dengan kenyataan, beberapa orang tua saat ini justru memberikan gadget pada anaknya dengan alasan supaya anaknya tidak rewel. 

Saat ini memang penggunaan gadget memang tidak dapat dihindarkan, terlebih setelah berlakunya surat  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi, Chatarina Muliana Girsang menyampaikan Surat Edaran Nomor 15 ini untuk memperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19) berarti seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Banyak anak salah dalam penggunaan gadget, seharusnya digunakan untuk peroses belajar. Akan tetapi, anak-anak menggunakan gadget untuk  bermain game, sehingga menimbulkan dampak kecanduan terhadap gadget. Banyak orang diantara kita yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah tergolong sindrom Nomofobia atau kecanduan gadget. Dilihat dari tingkat kecanduan orang pun berbeda-beda, mulai dari kondisi yang ringan, hingga yang cukup parah.

Baca: Tersesat

Ada beberapa ciri  kecanduan gadget seperti ketika bangun tidur tanpa disadari langsung mencari gadget, dan membuat media sosial bahkan game online, hari terasa hampa jika tidak bermain gadget, terasa cemas ketika melihat baterai Smartphone sudah mau habis, mengecek smartphone lima menit sekali, selalu ingin menggenggam Gadget ketika melakukan aktivitas apapun seperti sedang makan, berjalan, bahkan ke toilet. 

Jika minimal 3 dari 5 poin di atas tepat menggambarkan keadaanmu saat ini, maka kamu sudah terkena sindrom Nomofobia. Ada beberapa dampak sindrom Nomfobia atau kecanduan seperti mata kurang nyaman, mengganggu pola tidur, postur menjadi bungkuk, mengganggu pembelajaran, obesitas, kurang bersosialisasi.

Editor: Feri Kurniwawan
Foto: Unsplash
Sumber : www.halodoc.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.