sastra

Hary B Kori’un: Di Antara Jurnalisme dan Sastra

Penulis: Bagus Pribadi Gagasanonline.com-“Saya penulis yang memasukkan unsur-unsur sosial dalam karya cerpen atau novel.” Sekitar satu jam sebelum mengucapkan kalimat itu, saya mengirim pesan melalui WhatsApp kepada Hary guna memberitahu bahwa saya sudah berada di parkiran Gedung Riau Pos pada Selasa, 11 Februari 2020. Sampai kami bertemu di dalam Gedung Riau Pos, tempatnya bekerja. Ia yang muncul dari dalam lift langsung meminta maaf kepada saya karena sudah menunggu. Mengenakan jaket

Tampilan Fisik Bukan Satu-Satunya Bekal dalam Perjalanan Cinta

Penulis: Teguh Arif Ramadhan Gagasanonline.com– Dalam perjalanan pulang setelah menghadiri perkuliahan yang begitu-gitu saja, saya melihat sepasang manusia berseragam SMP bergoncengan sambil  berpelukan. Duh begitu mesra deh. Sepanjang jalan yang tentunya bukan jalan kenangan, saya memikirkan sesuatu hal, ya mungkin sedikit penting dalam benak kita, eh kita? helloww….!! Loe aja kali. Tulisan ini saya dedikasikan  bagi para jomblois yang kepanter GElisah GAlau meraNA, yang bingung  wejangan mana yang pas untuk

Benda yang Berkorban

Penulis: Hendrik Khoirul Gagasanonline.com – Namaku Pipo, aku bukan apa-apa atau siapa-siapa, aku hanya seonggok benda mati yang bisa hidup, dan bisa mati lagi dan bisa hidup lagi dan bisa mati lagi. Aku memang rentan hidup dan mati, mati dan hidup, sesuka Ino melakukannya. Ino adalah pemilikku, dia bukan Tuhan yang bisa menghidup-matikan makhluk sesuka hatinya. Dia sama sepertiku, aku dan Ino sama-sama makhluk, bedanya dia di dimensi kehidupan dan

[Cerpen] Aku Ingin Normal, Tuhan

Penulis: Adrial Ridwan Hasrat dalam tubuh ini terasa sesak, apalagi melihat Dimas tidak mengenakan sehelai kain pun. Jika bisa memilih, aku ingin sekali hidup layaknya manusia normal. Aku tahu perilaku seks menyimpang yang kualami ini salah dan dilarang oleh semua agama. Tetapi bagaimana caranya Tuhan? Hidupku terasa sesak sekali. Terutama saat kehadiran Dimas di sisiku. Saat berada di rumahnya, Dimas acap kali setelah mandi tidak mengenakan apa-apa. Mungkin iya berfikir

Ara, Gadis Sekecil Itu

Penulis: Delfi Ana Harahap** Gagasanonline.com – Namanya Ara, kami bertemu dengannya di suatu sore. Aku dan temanku, Indah, saat itu kami jalan-jalan ke salah satu lapangan olahraga dekat kos-kosan, niatnya untuk cuci mata dan minum jus sembari menghabiskan waktu. Kami duduk di kursi penonton di pinggir lapangan basket yang sore itu digunakan untuk bermain futsal. Dari tempat duduk itu kami bisa melihat orang-orang yang sedang joging, anak-anak remaja latihan karate,

[Sastra Puisi] Bertahan Walau Tak Diperlukan

Penulis: Saprian Mahendra** Gagasanonline.com – Di tengah malam sepi yang sunyiBayangmu selalu datang menghantuiMembuatku terjaga dan terkurung dalam sunyiBersamamu adalah impian terbesarku Namun kini harapan itu hanya sebatas mimpikuTapi biarlah mimpi itu selalu menemani tidurkuAgar aku bisa merasakan indahnya bersamamuAku senang senyum indahmu kini berseri lagiBagaikan bunga bermekaran di musim semi Tapi kini baru ku sadariSenyum itu bukan untukku lagiAda beribu kata yang tak terucapAda berjuta rasa yang tersampaikan Walapun