Cerpen

Sebuah Pembelajaran yang Pahit

Penulis: Hendrik Khoirul Muhid Gagasanonline.com– Meski di sisi lain aku adalah seorang korban, tetapi dalam kasus ini aku ditetapkan sebagai pelaku. Aku tidak akan pernah memungkiri bahwa aku memang membunuh ayahku. Dan aku tidak menduga bisa melakukan itu. Kutikam ia beberapa kali di perutnya dengan sebilah pisau dapur, kutikam ayah secara sadar. Sepenuhnya sadar. Aku bukan psikopat dan saat itu adalah pertama kalinya aku membunuh orang. Ayahku sendiri. Aku sangat

Senja untuk Alin

Penulis: Siti Nurlaila Lubis “Kalau Bapak masih melarang saya untuk keluar rumah ya sudah kita pisah saja.” Bentak ibu kepada bapak. “Apa pisah? lancang sekali kamu minta hal seperti itu. Tidak ingat kamu punya anak!,” bentak bapak sembari menunjuk ke arah ibu. “Dia sudah besar pak, aku merasa tertekan di rumah ini!,” ungkapnya menangis. Kalimat serapah dari mulut manusia yang paling kusayangi di dunia ini. Orang tua yang membuat kehadiranku di nantikan

Jilbab untuk Gabriel

Penulis: Hendrik Khoirul Gagasanonline.com– Dalam hidupku yang serba nestapa tak berkesudahan ini, kesusahan menyadarkanku untuk tak boleh punya banyak rasa ingin. Pun kalau aku berkeinginan, keinginanku tak muluk-muluk, yang biasa dan mudah-mudah saja. Sejauh ini yang paling kuingini adalah sepotong jilbab, ya sepotong saja sudah cukup. Namun bagiku, sepotong itu bukan hal biasa dan tentu tidak mudah untuk mendapatkannya. Namaku Asri, gelandangan kecil yang dekil dan kumuh, usiaku entah berapa,

Benda yang Berkorban

Penulis: Hendrik Khoirul Gagasanonline.com – Namaku Pipo, aku bukan apa-apa atau siapa-siapa, aku hanya seonggok benda mati yang bisa hidup, dan bisa mati lagi dan bisa hidup lagi dan bisa mati lagi. Aku memang rentan hidup dan mati, mati dan hidup, sesuka Ino melakukannya. Ino adalah pemilikku, dia bukan Tuhan yang bisa menghidup-matikan makhluk sesuka hatinya. Dia sama sepertiku, aku dan Ino sama-sama makhluk, bedanya dia di dimensi kehidupan dan

[Cerpen] Aku Ingin Normal, Tuhan

Penulis: Adrial Ridwan Hasrat dalam tubuh ini terasa sesak, apalagi melihat Dimas tidak mengenakan sehelai kain pun. Jika bisa memilih, aku ingin sekali hidup layaknya manusia normal. Aku tahu perilaku seks menyimpang yang kualami ini salah dan dilarang oleh semua agama. Tetapi bagaimana caranya Tuhan? Hidupku terasa sesak sekali. Terutama saat kehadiran Dimas di sisiku. Saat berada di rumahnya, Dimas acap kali setelah mandi tidak mengenakan apa-apa. Mungkin iya berfikir

Ara, Gadis Sekecil Itu

Penulis: Delfi Ana Harahap** Gagasanonline.com – Namanya Ara, kami bertemu dengannya di suatu sore. Aku dan temanku, Indah, saat itu kami jalan-jalan ke salah satu lapangan olahraga dekat kos-kosan, niatnya untuk cuci mata dan minum jus sembari menghabiskan waktu. Kami duduk di kursi penonton di pinggir lapangan basket yang sore itu digunakan untuk bermain futsal. Dari tempat duduk itu kami bisa melihat orang-orang yang sedang joging, anak-anak remaja latihan karate,

Meski Sekadar Hati-Hati

Penulis: Siti Nurlaila Lubis Pertama kalinya bagiku menyaksikan pertunjukan besar di kampus, maklumlah aku mahasiswa baru yang tidak tahu apa-apa. Anggap saja polos dan masih menjadi remaja sebelum beranjak dewasa. Melihat ramainya pengunjung yang datang dari luar, membuatku tertarik untuk mengabadikan foto. “Cekrek… cekrek…” bunyi jepretan kamera ponsel pribadi Tiba- tiba dari jarak yang tidak terlalu jauh terlihat seseorang melambaikan tangannya ke arahku. “Alin!” memanggil namaku dengan keras. Spontan tangan

Kebebasan LPM Suara USU Terancam

Gagasanonline.com – Kritis ialah kata paling menjijikkan dan kata paling anti didengar bagi penguasa negeri ini. Jika bisa, biarlah para birokrat berebut bekerja dan menguasai negeri ini dengan semau mereka. Kala Rezim Soeharto, saat menguasai negara maritim hampir semua media yang berbau kritis dibungkam. Baru-baru ini situs suarausu.co milik Pers Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) disuspensi. Hal tersebut terjadi setelah Rektorat meminta pengurus mencabut cerpen berjudul “Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku

LOMBA SEMARAK 23 "CERPEN”

Memperingati milad ke-23 Lemabga Pers Mahasiswa Gagasan, kembali diadakan berbagai lomba pada kegiatan bertajuk Semarak 23. Kali ini mengusung tema “23 Tahun Berkarya”. TEMA: PAHIT MANIS MENJADI MAHASISWA) Kehidupan mahasiswa penuh liku-liku, apalagi mahasiswa perantauan. Cerita suka maupun duka dirasakan mahasiswa demi menggapai cita-cita. Cerita tentang persahabatan, kegiatan sosial, pengalaman KKN sampai skripsi pun mewarnai kehidupan mahasiswa. Dari beragam tipe mahasiswa─aktifis sampai hedonis, pasti ada cerita menarik untuk dikisahkan. KETENTUAN

Ini Tentang Aku

Ilustrasi : Net Hai, kalian pasti sudah lama mengenalku bukan? Bahkan aku lebih tua dari umur kalian. Dan bahkannya lagi, kalian tinggal didalam diriku. Setiap hari, setiap waktu, kalian habiskan masa hidup kalian bersamaku. Kalian teramat mencintaiku ternyata, sampai-sampai kalian tidak bisa lepas dariku. Aku tau betapa kalian sangat membutuhkan diriku. Bukannya menyombong, hanya saja itulah kenyataannya. Kalian tau kan siapa aku? Sudah lupa? Akh begitu menyakitkan saat semua yang