Cerpen

Daripada Tidak, Mencumbu Arwahmu Pun Jadilah

Penulis: Hendrik Khoirul Gagasanonline.com – Anastasia terbangun dari tidur ketika suara ketukan di pintu kamar kosnya mengusiknya, jam berapa sekarang? Batin Anastasia kesal. Ia melirik sebentar jam beker di meja nakas dan mendengus sebal, siapa pula yang berkunjung di jam dua pagi, sangat tidak sopan. Tertatih ia sembari mengumpulkan nyawa menuju pintu kamar kos. Anastasia terkejut saat melihat Jose, pacarnya, ada di depan pintu kamar kosnya, dini hari. Bukankah baru

Tampilan Fisik Bukan Satu-Satunya Bekal dalam Perjalanan Cinta

Penulis: Teguh Arif Ramadhan Gagasanonline.com– Dalam perjalanan pulang setelah menghadiri perkuliahan yang begitu-gitu saja, saya melihat sepasang manusia berseragam SMP bergoncengan sambil  berpelukan. Duh begitu mesra deh. Sepanjang jalan yang tentunya bukan jalan kenangan, saya memikirkan sesuatu hal, ya mungkin sedikit penting dalam benak kita, eh kita? helloww….!! Loe aja kali. Tulisan ini saya dedikasikan  bagi para jomblois yang kepanter GElisah GAlau meraNA, yang bingung  wejangan mana yang pas untuk

Stigma NKRI

Penulis: Muhammad Al-Hafis** Gagasanonline.com – Pagi ini aku terbangun oleh kericuhan massa yang mengamuk. Aku mencoba menggapai tirai jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar. Aku hanya bisa terdiam kaku melihat apa yang terjadi. Orang-orang bersorak, merampas dan membakar ruko abah yang berada di persimpangan jalan. “Dasar monyeet!” teriak seorang pemuda yang memegang sebongkah kayu. Asap mulai menutupi pekarangan rumah, semua orang menjadi gila. Suara mobil polisi mendekati

Kuli(ah)

Penulis: Hendrik Khoirul Gagasanonline.com- Mereka itu, kata Mang Atang, bukan orang biasa seperti rakyat pada umumnya. Mereka itu, yang ada embel-embel nama mahasiswa, jelas-jelas tidak sekelas dengan kuli macam aku. Mereka lebih tinggi kelas sosialnya. Aku sendiri tak tahu apa itu kelas sosial, jangankan kelas sosial, kelas 5 SD saja aku tidak tamat. Tak bisa dikira dengan jari tangan, belasan tahun lalu mungkin. Pasti, bukan mungkin, aku putus sekolah. Beruntung

Time Will Tell How Much I Love You

Penulis: Saprian Mahendra** Gagasanonline.com – Semuanya bermula sejak aku mengenal seorang gadis manis berambut panjang, dia adalah sosok yang aku sukai saat SMA, namun aku tak pernah punya keberanian untuk memulai mengenalnya karena aku merasa tidak percaya diri untuk mendekatinya. Setelah lulus SMA aku menempuh pendidikan di perguruan tinggi, bagai sebuah keajaiban tanpa sengaja aku bertemu dengannya lagi. Kami berada di jurusan dan kelas yang sama. Saat itulah aku tahu

Kenangan Anic

Penulis: Khoirotun Nisa Gagasanonline.com – “Jalan ini ramai, aku tidak suka. Susah kali menyeberang,” gerutu Anic. Di bawah tembok jembatan alun-alun bertuliskan ‘Bumi Pasundan tercipta saat Tuhan sedang tersenyum’ Anic berada. Berjalan sambil menendang batu kecil yang menghalangi kakinya berjalan. Melihat kanan-kiri lalu menyeberang ke arah taman sekitar alun-alun kota Bandung. Duduk di kursi taman sambil menelusuri pemandangan sekitar. Tidak ada yang ia lakukan selain bersenandung, sepertinya ia sedang bahagia,

Dari  Aku yang Terbuang

Penulis: Teguh Arif Ramadhan** Gagasanonline.com- Aku adalah benih yang entah ditanam oleh siapa dan oleh apa. Banyak sekali yang ingin aku pertanyakan pada pemilik tempat pribadi yang telah menjadi tempat umum ini. Kalau dihitung-hitung beberapa bulan lagi aku akan berubah menjadi seonggok daging yang entah akan menjadi apa ketika  bernyawa nanti. Aku tidak menyesal berada di sini, mengingat di sini adalah tempat paling nyaman dan tentram, setiap manusia berasal dari

Sebuah Pembelajaran yang Pahit

Penulis: Hendrik Khoirul Muhid Gagasanonline.com– Meski di sisi lain aku adalah seorang korban, tetapi dalam kasus ini aku ditetapkan sebagai pelaku. Aku tidak akan pernah memungkiri bahwa aku memang membunuh ayahku. Dan aku tidak menduga bisa melakukan itu. Kutikam ia beberapa kali di perutnya dengan sebilah pisau dapur, kutikam ayah secara sadar. Sepenuhnya sadar. Aku bukan psikopat dan saat itu adalah pertama kalinya aku membunuh orang. Ayahku sendiri. Aku sangat

Senja untuk Alin

Penulis: Siti Nurlaila Lubis “Kalau Bapak masih melarang saya untuk keluar rumah ya sudah kita pisah saja.” Bentak ibu kepada bapak. “Apa pisah? lancang sekali kamu minta hal seperti itu. Tidak ingat kamu punya anak!,” bentak bapak sembari menunjuk ke arah ibu. “Dia sudah besar pak, aku merasa tertekan di rumah ini!,” ungkapnya menangis. Kalimat serapah dari mulut manusia yang paling kusayangi di dunia ini. Orang tua yang membuat kehadiranku di nantikan

Jilbab untuk Gabriel

Penulis: Hendrik Khoirul Gagasanonline.com– Dalam hidupku yang serba nestapa tak berkesudahan ini, kesusahan menyadarkanku untuk tak boleh punya banyak rasa ingin. Pun kalau aku berkeinginan, keinginanku tak muluk-muluk, yang biasa dan mudah-mudah saja. Sejauh ini yang paling kuingini adalah sepotong jilbab, ya sepotong saja sudah cukup. Namun bagiku, sepotong itu bukan hal biasa dan tentu tidak mudah untuk mendapatkannya. Namaku Asri, gelandangan kecil yang dekil dan kumuh, usiaku entah berapa,