Kejati Riau Lakukan Pemeriksaan Saksi Dugaan Korupsi Dana BLU di UIN Suska Riau

Penulis: Annisa Firdausi

Gagasanonline.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau lakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk merampungkan penyidikan perkara dugaan korupsi dana Badan Layanan Umum (BLU) di UIN Suska Riau Tahun Anggaran (TA) 2019. Hal ini diungkapkan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Imran Yusuf.

“Sekarang sudah penjadwalan pemeriksaan lanjutan untuk pemberkasannya,” Ucapnya, Rabu ( 29/11/2033).

Pengusutan perkara telah masuk dalam tahap penyidikan. Dimana penyidik telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Mantan Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin, dan Veni Aprilya selaku Bendahara Pengeluarannya.

Perkara yang menjerat keduanya bermula pada 2019. Saat itu, UIN Suska Riau menganggarkan Dana BLU yang tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BLU. Dana tersebut telah beberapa kali diubah, terakhir dengan revisi ke-8 tanggal 9 April 2020 ditetapkan dana sebesar Rp123.675.151.000.

“Namun, perubahan DIPA BLU tersebut tidak diikuti dengan revisi Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) definitif,” ucap Imran.

Dalam periode 31 Juli hingga 12 Desember 2019, berdasarkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Bendahara Penerimaan UIN Suska Riau TA 2019, jabatan Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan dirangkap oleh Veni Aprilya, yang sebelumnya hanya menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran.

Baca: Mantan Rektor dan Bendahara Pengeluaran UIN Suska Riau Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi

Dalam melakukan pencairan anggaran BLU yang diajukan oleh setiap Bagian, Unit dan Lembaga yang ada di UIN Suska Riau, Veni Aprilya melebihkan pencairan tersebut sebesar Rp50 sampai Rp100 juta dari yang sebenarnya.

“Hal itu diketahui oleh Akhmad Mujahidin selaku Rektor saat itu,” katanya.

Uang kelebihan tersebut digunakan untuk kepentingan Akhmad Mujahidin, baik yang digunakan untuk kegiatan di luar DIPA maupun untuk kepentingan pribadinya. Terhadap kelebihan pencairan tersebut Veni membuat pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan sebenarnya, dan menyesuaikan dalam DIPA dengan cara merevisi DIPA sebanyak delapan kali.

Baca: Prestasi UIN Suska Riau, Mahasiswa IAT Raih Juara III Lomba Poster

Berdasarkan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B) Triwulan ke-4 tahun tanggal 31 Desember 2019, jumlah pertanggungjawaban belanja BLU TA 2019 yang disahkan adalah sebesar Rp.122.694.060.414,00.

Jumlah tersebut melebihi pagu anggaran dana BLU sebagaimana tercantum dalam DIPA BLU revisi ke-5 Nomor SP DIPA 025.04.2.424157/2019 tanggal 28 Desember 2019 sebesar Rp116.621,769.000,00.

Dari belanja BLU sebesar Rp122.694.060.414, terdapat yang tidak dilengkapi dokumen pertanggungjawaban dan tidak sesuai dengan ketentuan sebesar Rp7.616.174.803. Selain itu, pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Bendahara Pengeluaran tersebut tidak dilengkapi dengan Buku Kas Umum yang disahkan atas penggunaan uang dalam rangka keperluan belanja BLU.

“Atas perbuatannya, tersangka VA dan MA disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkas Imran Yusuf.

Reporter: Annisa Firdausi
Editor: Annisatul Fathonah
Foto: Dock.Gagasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.