Hindari Kerumunan, Perpustakaan UIN Suska Batasi Jumlah Pengunjung

Hindari Kerumunan, Perpustakaan UIN Suska Batasi Jumlah Pengunjung

Penulis: Syahrul Rosidin

Gagasanonline.com- Kepala Perpustakaan UIN Suska Riau Rasdanelis membatasi jumlah pengunjung perpustakaan universitas dan melarang mahasiswa baca buku di tempat. Hal ini dilakukan guna menerapkan aturan protokol kesehatan (prokes),  mencegah terjadinya kerumunan.

“Di karenakan banyak mahasiswa yang datang langsung tanpa memesan online, karena mungkin tuntutan perkuliahan. Akhirnya kemarin itu kita bersama teman-teman sepakat yaudah yang datang langsung kita terima saja, tetapi kita batasi.  Di depan ada front office, kalau di atas kira-kira ramai, yang di bawah enggak boleh naik dulu, intensitasnya berjalan begitu aja, yang penting mahasiswa tidak berkerumun,” ucapnya Selasa (23/03/2021).

Baca Juga: Program Beasiswa Santri Berprestasi Dibuka Kembali Maret 2021

Rasdanelis menargetkan jumlah kunjungan mahasiswa perharinya hanya boleh 100 sampai 150 orang dengan menerapkan sistem rolling, dan melarang mahasiswa membaca di perpustakaan.

“Buku semuanya boleh diakses, yang tidak boleh itu baca di tempat agar tidak terjadi penumpukan mahasiswa. Semoga saja Covid cepat berlalu agar perpustakaan normal seperti sebelumnya, karena dengan Covid tujuan perpustakaan tidak berjalan maksimal,” tambahnya.

Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) Zanizar mengatakan ia tidak bisa masuk perpustakaan karena kuota hari itu penuh dan tidak menghubungi pihak perpustakaan terlebih dahulu.

Baca Juga: Pernikahan Dini Rentan Menyasar Anak Perempuan

“Makanya tidak jadi masuk ke dalam, karena tidak menghubungi pelayanan dulu sebelum datang ke perpustakaan,” ujarnya Senin (22/03/2021).

Sedang itu Mahasiswa Manajemen Dakwah Barwijaya Rizky menuturkan kunjungannya diterima karena hanya ingin mengembalikan buku saja.

“Nanti ditanya tujuan kamu mau ngapain, misalnya mau ngembalikan buku silahkan, tapi kalau mau duduk-duduk belum dibolehkan,” terangnya.

Baca Juga: Istilah Sarkas dan Satire, Serupa tapi Tak Sama

Rizky menyarankan pihak UIN menyediakan ruang duduk untuk membaca dengan memberikan batasan aman antar kursi, sesuai aturan prokes.

“Kalau bisa setelah meminjam buku ada sedikit toleransi untuk duduk-duduk di situ tetapi batasan-batasannya setiap meja 10 orang atau berapa orang kalau ini kan dalam satu meja tidak ada yang boleh ditempati,” tandasnya.

Reporter: Puspita Amanda Sari, Syahrul Rosidin
Editor: Delfi Ana Harahap
Foto: Gagasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.