Adab Murid Terhadap Guru

Adab Murid Terhadap Guru

Penulis: Syahrul Rosidin

Gagasanonline.com– Dalam Islam, guru merupakan orang berilmu yang harus dihormati selagi apa yang disampaikannya merupakan kebenaran dan sesuai dengan yang Rasulullah SAW ajarkan. Guru juga sebagai pengganti orangtua jika seorang murid berada disekolah. Namun tidak semua murid yang menunjukan sikap hormatnya kepada guru perselisihan juga sering terjadi antara murid dengan guru, bahkan berujung ke meja hijau. Komunikasi dan interaksi yang terjalin antara murid dan guru haruslah disertai dengan adab sebagai rasa hormat yang tinggi kepada sang guru.

Adab murid merupakan modal utama untuk menuntut ilmu, karena guru merupakan orang yang berperan penting dalam penyebaran ilmu, apalagi jika yang disebarkan  adalah ilmu agama yang mulia ini. Maraknya terjadi kejahatan terhadap guru dengan alasan kebebasan “Hak Asasi Manusia” (HAM)

Guru bukanlah malaikat tanpa ada kesalahan dan kekhilafan, jangan juga mencari cari kesalahannya, ingatlah firman Allah.

وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ

“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya” (QS. Al Hujurot : 12)

Semakin maju dan berkembangnya teknologi  akses informasi semakin luas tanpa ada batasan, tidak bisa dihindari budaya dari asing akan mempengaruhi masyarakat Indonesia terkhususnya pelajar Indonesia. Masyarakat  indonesia yang di kenal ramah tamah dan sopan santun kian hari semangkin tergerus budaya luar yang liberal, dan tentunya hal ini bertolak belakang dengan ajaran islam. Mengendalikan hal ini orang tua berperan penting untuk memperhatikan dan memberi contoh serta didikan terhadap anak akan pentingnya adab.

Seperti yang tekah di sampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau bersabda,

ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا و يعرف لعالمنا حقه

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).

Secara etimologi adab dimaknai  kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, akhlak. Dalam Aplikasi KBBI V “adab” berarti kehalusan dan kebaikan budi pekerti yang baik, kesopanan, akhlak.

Adab merupakan aspek penting dalam menuntut ilmu terlebih lagi ilmu agama, jika akhlak murid buruk terhadap guru maka akan menimbulkan dampak buruk terhadap dirinya,  hilangnya keberkahan ilmu, tidak dapat mengamalkan, serta menyebarkan ilmunya.

Ibnul Jamaah mengatakan, “Seorang penuntut ilmu harus duduk rapi, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak membetangkan kaki, tidak bersandar, tidak pula bersandar dengan tangannya, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi juga tidak membelakangi gurunya”.

Untuk itu marilah kita belajar adab karna, “apa yang mereka pandang baik, adalah apa-apa yang kau lakukan. Dan, apa yang mereka pandang buruk, adalah apa-apa yang kau tinggalkan.”

Editor: Wilda Hasanah
Foto   : Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.