Mahasiswa Tanggapi Perubahan KTM Menjadi E-KTM

Mahasiswa Tanggapi Perubahan KTM Menjadi E-KTM

Penulis: Sefrizel Rahayu

Gagasanonline- Berdasarkan surat edaran UIN Suska Riau Nomor: B-2853/Un.04/PP.00.9/09/2020 ditetapkan bahwasannya mulai tahun akademik 2020/2021 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) menggunakan desain baru dan wajib diakses di website iraise.uin-suska.ac.id pada menu e-KTM. Dengan diberlakukannya KTM baru, mahasiswa yang KTM lamanya hilang maupun rusak tidak perlu mencetak ulang KTM versi lama. Dandi Inplant Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mengatakan perubahan KTM menjadi e-KTM memberikan dampak positif, karena menurutnya e-KTM lebih bagus dan memudahkan jika nantinya mahasiswa kehilangan KTM versi cetaknya.

“Kalau  kehilangan KTM tidak perlu repot mengurus lagi ke PTIPD. Ya, istilahnya lebih efisien dibanding KTM lama, karena kita tidak perlu lagi ribet. Misalnya kalau ada keperluan kampus biasanya kita harus menunjukkan scan KTM fisik. Kalau sekarang tidak perlu lagi, kita tinggal download aja di portal, itu lebih simple. Saya harap KTM yang baru bisa lebih multifungsi, tapi desainnya terlalu polos,” tuturnya via Whatsapp pada Rabu (07/10/2020).

Baca juga: Kepala P2B: Penghapusan Mata Kuliah Hanya Untuk Level I dan II

Harun Alrasyid Mahasiswa Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menyampaikan perubahan KTM memang sah-sah saja dilakukan, namun ia menyayangkan desain KTM yang menurutnya seperti kartu ujian pelajar, bukan mahasiswa.

“E-KTM sangat diperlukan di masa pandemi dan saya harap e-KTM ini makin membuat mahasiswa tidak takut lagi kehilangan KTM-nya,” katanya.

Sedang menurut Dimas Putra Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) e-KTM memiliki sisi positif dan negatif, positif karena pengambilan e-KTM yang cukup mudah, hanya melalui iraise masing-masing mahasiswa.

Baca juga: Armansyah Tantang Rektor UIN Suska Lakukan Debat Terbuka

“Sedangkan negatifnya, ini gambar desainnya membosankan kalau misalkan  e-KTM ini mengambil desain KTM yang lama, itu terbilang cukup bagus. Harapannya ke depannya pembuatan KTM bisa menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Saat dihubungi pihak Kepala Bagian Akdemik enggan memberikan tanggapan.

Reporter: Sefrizel Rahayu
Editor: Delfi Ana Harahap
Foto: Delfi Ana Harahap


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.