Memanfaatkan Nikmat Waktu Luang

Memanfaatkan Nikmat Waktu Luang

Penulis : Rindi Ariska

Gagasanonline.com- Di dalam masa pandemi sekarang ini, membuat kita harus tetap berada di rumah atau melakukan aktifitas di rumah saja. Hal ini tentu membuat kita memiliki waktu luang yang lebih. Sudahkah kita memanfaatkan waktu luang itu dengan sebaik-baiknya?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita bahwa terdapat dua nikmat yang mayoritas manusia tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, apalagi mensyukurinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tidak bisa memanfaatkan dengan baik, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412).

Baca juga : Keutamaan Puasa Syawal

Waktu luang atau waktu senggang adalah salah satu nikmat Allah yang sering dilalaikan atau disia-siakan. Seharusnya kita mempergunakan waktu luang itu untuk mendekatkan diri kepada Allah atau melakukan kegiatan yang bermanfaat. Misalnya seorang mahasiswa, ketika memiliki waktu luang seorang mahasiswa bisa mengisi waktu luang tersebut dengan pergi ke perpustakaan. Sebagai mahasiswa, perpustakaan adalah tempat nongkrong bagi mereka. Nongkrong dalam artian belajar maupun hanya sekedar membaca-baca buku. Dari pada waktu luang yang digunakan untuk hal–hal yang kurang berguna alangkah baiknya waktu luang itu dipergunakan untuk ke perpustakaan. Sebagai contoh ketika hendak menunggu jam perkuliahan selanjutnya, dari pada hanya nongkrong-nongkrong di kantin atau pun bersenda gurau dengan teman lebih baik dipergunakan untuk keperpustakaan. Walaupun sedang tidak ada tugas kuliah, datang ke perpustakaan lebih bermanfaat walau hanya sekedar nongkrong-nongkrong saja. Banyak sekali buku-buku yang dapat di baca untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Dengan membaca, banyak manfaat yang akan didapat. Seseorang dapat menerima informasi, memperdalam pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan.

Baca juga :Anugerah dari Allah SWT

Berkaitan dengan nikmat waktu, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu; (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu; (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu; (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu; (5) Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra no. 11832; Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 7846; dan lain-lain. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhiib.)

Untuk itu, pergunakan lah waktu luang mu dengan sebaik-baiknya, jangan melalaikan atau menyia-nyiakannya. Karna setiap nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita, kelak akan ditanyakan pada hari kiamat, termasuk nikmat waktu tersebut.

Ceramah dikutip dari : Muslim.Or.Id
Editor : Delfi Ana Harahap
Foto : Internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.