Pelaksanaan PBAK Daring UIN Suska Riau Diundur

Pelaksanaan PBAK Daring UIN Suska Riau Diundur

Penulis: Delfi Ana Harahap

Gagasanonline.com– Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) daring tahap satu UIN Suska Riau tahun 2020 yang semula dijadwalkan tanggal 2-3 September 2020 diundur menjadi  8-9 Septermber 2020 dikarenakan  tanggal 2-3 September akan dilaksanakan Ujian  Computer Assisted Test (CAT) mandiri secara online.

Informasi ini didapat dari pesan siaran dengan tanda tangan Promadi, selaku Wakil Rektor (WR) III, yang tersebar di whatsapp. Saat dikonfirmasi langsung ke pihak WR III, Promadi membenarkan dan turut mengirimkan screenshot percakapan whatsappnya dengan Samardi, Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan UIN Suska Riau kepada reporter LPM Gagasan via whatsapp pada Senin (24/08/2020).

Baca: Tanggapan Mahasiswa UIN Suska Riau Terkait KKN Daring

“Peserta yang akan ujian CAT mandiri ada ribuan, sementara jumlah peserta PBAK juga dua ribuan. Jadi tidak maksimal karena jaringan akan terfokus pada ujian CAT Mandiri,” ucap Samardi dalam screenshot pesan tersebut.

Ketika diminta keterangan lebih, Promadi hanya mengatakan “informasi lanjutan ke bagian Kemahasiswaan saja,” ucapnya.

Ketika reporter menghubungi Samardi, ia menolak diwawancara karena sedang berada di rumah sakit.

Restu Amalia, Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Suska mengaku sudah mengetahui adanya perubahan PBAK daring dan cukup merasa terbebani dengan kuota dan jaringan di daerahnya yang kurang memadai.

“Pengennya sih PBAK nya tatap muka, karena pengen ketemu temen-temen juga,” tuturnya pada Jum’at (28/08/2020).

Baca: Pendaftaran Calon Pengurus SEMA-U Diperpanjang

Senada dengan Restu, Hasmiatun Hasana Maba FDK juga telah mengetahui perubahan jadwal pelaksanaan PBAK. Ia juga turut merasa terbebani dengan kuota internet dan gawai yang kurang memadai untuk menggunakan aplikasi tatap muka daring.

“Ekonomi sekarang agak susah. Kalo enggak ikut PBAK nanti enggak dapat sertifikat,” katanya.

Hasmiatun pun tetap berharap PBAK dilaksanakan secara luring, agar dapat berinteraksi langsung dengan teman-teman Maba dan kakak tingkat di Universitas.

Baca: Mahasiswa Dipanggil Pimpinan Fakultas Gara-Gara Aksi Potongan UKT

Sedangkan Dina Istiqomah, Maba Fakultas Ushuluddin (FU) mengaku tidak merasa terbebani dengan kuota dan jaringan internet. Namun ia tetap berharap agar PBAK bisa dilangsungkan secara luring, agar dapat bertemu teman-temannya.

“Sedikit sedih karena jadwal PBAK nya diundur, karena sudah tidak sabar nunggu gimana rasanya PBAK,” tandasnya.

Editor: Wilda Hasanah
Reporter : Puspita Amanda Sari, Rindi Ariska
Foto : Pexels.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.