UKK UKM Kehilangan Inventaris, Bukti UIN Suska Riau Tak Aman

UKK UKM Kehilangan Inventaris, Bukti UIN Suska Riau Tak Aman

Penulis: Khoirotun Nisa’

Gagasanonline.com – Sejak Surat Edaran Rektor mengenai kuliah Dalam Jaringan (Daring) No. R-1246/Un.04/HM.00/03/2020 yang telah berjalan selama empat bulan per bulan Juli, membuat Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang menempati Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dan Rusunawa sebagai ruang sekretariat mengaku telah kehilangan beberapa inventaris penunjang kegiatan Ormawa.

Seperti yang diakui oleh Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gagasan, Siti Nurlaila Lubis mengatakan telah kehilangan beberapa inventaris. Yakni, satu kamera video, satu kamera foto, dua kipas angin, dua komputer, satu proyektor, satu printer, satu tripod dan perkakas kecil seperti alat dapur, sapu, kaca, tikar. Laila mengatakan, kehilangan tersebut disadari ketika memindahkan barang-barang dari sekretariat PKM ke rusunawa dan kehilangan tersebut secara bertahap.

“Barang-barang yang hilang itu bertahap, tapi kaya diambil sekaligus gitu. Pertama kali kipas angin di sekretariat PKM, barulah semua alat liputan yang disimpan di dalam box penyimpanan sudah enggak ada pas siang hari kami cek. Segeralah kami pindahin komputer dan lain-lain ke rusunawa, langsung kami gembok pintu Gagasan di rusunawa, takutnya hilang lagi. Ternyata, saat libur begini barang-barang di rusunawa juga diambil, komputer dan lain-lain itulah barang terakhir yang hilang,” jelas Laila, Minggu, (5/7/2020).

Laila menerangkan, dirinya bersama anggota pengurus telah melapor kepada sekuriti, akan tetapi hanya ditanggapi biasa saja. Menurutnya, bahkan sekuriti tersebut mengaku tidak tahu-menahu walaupun beberapa dari mereka pernah melihat seseorang membawa barang itu dari sekretariat PKM dan rusunawa. Ia menambahkan, sekuriti yang menjaga keamanan sekretariat PKM dan rusunawa itu tidak benar dalam menjaga dan sangat lemah dalam penjagaan.

“Parahnya mereka menyalahkan kami karena tidak adanya serah terima barang atau pelaporan menitip barang di rusunawa. Padahal saat kampus masih aktif sekuriti itu tahu Gagasan sudah pindah ke rusunawa dan punya peralatan di dalamnya, mereka juga patroli sampai sore untuk mengecek mahasiswa yang masih di sekretariat rusunawa. Bagaimana bisa enggak tahu ada barang Gagasan di atas,” keluh Laila.

Dengan adanya kehilangan ini, Laila bersama pengurus Gagasan akan membicarakan hal ini kepada Wakil Rektor (Wr) 3. “Kami mau memberitahukan kalau ini sudah kehilangan paling fatal, dan keamanan kampus pada masa begini sangat kurang diperhatikan,” terangnya.

Senada dengan Laila, Ketua Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI), Putra Kamel Kaban mengakui juga kehilangan barang di ruang sekretariat KSR-PMI yaitu mesin printer dan menyadarinya sesudah Hari Raya Idul Fitri. “Saya tidak mengetahui bagaimana kronologi kejadiannya baru sadar waktu lebaran,” tutur Putra.

Putra menambahkan, pengurus dan anggota KSR-PMI yang harus menanggung sendiri kerugian tersebut yang apabila ditaksir berjumlah Rp 2.000.000. “Yang menanggung anggota dan pengurus organisasi tentunya, mau tidak mau kami harus mengamankan barang-barang yang ada dengan membawa ke kost atau ke rumah terdekat sampai kampus aktif secara normal,” jelas Putra.

Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Etika Sari mengatakan dirinya baru menyadari adanya kehilangan yang terlihat jelas di sekretariat Mapala pada bulan Juni, yakni semua besi wol, kursi dan beberapa perkakas kecil. Anggota Mapala juga telah melapor kepada sekuriti, akan tetapi tidak mendapat jawaban yang puas.

“Katanya mereka tidak tahu dan angkat tangan kalau barang di sana hilang,” jelasnya.

Menurutnya, antara sekuriti dan mahasiswa mestinya harus satu jalan dengan tugasnya yakni menjaga keamanan dan ketertiban kampus.

“Harusnya mereka meminimalisir barang hilang. Itu kan tugasnya dia, bukannya menuduh ya. Jangan kita kehilangan tapi orang di sana lepas tangan,” tutupnya.

Reporter: Sabar Aliansyah Panjaitan, Khoirotun Nisa’

Editor: Bagus Pribadi

Foto: Siti Nurlaila Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.