Satpam Bubarkan Paksa Mahasiswa Aksi

Satpam Bubarkan Paksa Mahasiswa Aksi

Penulis: Khoirotun Nisa’

Gagasanonline.com– Aksi tuntut penurunan UKT yang dilakukan mahasiswa UIN Suska Riau sejak 30 Juni 2020 dibubarkan oleh Satuan Pengaman (Satpam) pada rabu malam pukul 19.30 WIB. Mereka membongkar paksa tenda dan spanduk yang didirikan mahasiswa aksi untuk menginap digedung rektorat.

Salah satu mahasiswa aksi yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan saat pengusiran tersebut dilakukan, terjadi bentrokan antara satpam dan mahasiswa. Satpam yang menghampiri mahasiswa aksi berjumlah 55 orang, mereka memanfaatkan momen ketika mahasiswa aksi yang awalnya berjumlah 30 orang hanya tersisa 5 orang pada malam itu. Satpam tidak memberi negosiasi kepada mahasiswa dan menghalangi mahasiswa untuk orasi. Kamis (2/07/2020).

“Baru malam ini dibubarkan, pihak satpam yang di lantai bawah sudah menghalangi kami untuk menyampaikan orasi. Kami juga sudah negosiasi bahwa kami tidak akan pergi sampai pihak rektorat yaitu rektor hadir di tengah kami untuk memberikan kebijakan dalam bentuk keadilan,” jelasnya.

Baca juga: Dianggap Langgar Kode Etik, Rektor Berhentikan Ketua Sema UIN Suska

Ia menambahkan, ketika aksi di Gedung Rektorat Wakil Rektor (WR) 2 dan Wakil Rektor (WR) 3 sudah sempat hadir dengan lima orang perwakilan rektor lainnya. Saat pertemuan dengan dua pimpinan tersebut, mereka menyatakan bahwa mereka pro dengan mahasiswa dan mengakui bahwa yang dilakukan oleh Rektor UIN Suska Riau memang salah dan tidak adil. Pihak pimpinan hanya mengeluarkan surat keputusan tanpa memberi solusi dan tidak membicarakannya.

“Dua pimpinan tersebut juga mengatakan kepada kami bahwa rektor ini positif, bisa kalian keluarkan dari kampus UIN Suska, karena kasus 42 M juga belum selesai”, ungkap mahasiswa tersebut.

Mahasiswa tersebut berharap kepada Rektor untuk mengindahkan tuntutan mereka dan akan terus berusaha bersama mahasiswa aksi lainnya untuk mendatangkan rektor diantara mahasiswa.

“Apabila beliau tidak mau, artinya beliau benar bersalah,” tuturnya.

Baca Juga: Mahasiswa UIN Suska Tuntut Ringankan UKT Saat Pandemi

Ia juga berharap teman-teman mahasiswa lainnya untuk mempublikasikan tagar #MahasiswaUINSuskaRiauMenggugat dan #MahasiswaBingungUKTDikarung di media sosial.

“Sebagai mahasiswa sebagaimana seseorang tidak ingin dirinya diganggu atau dikuasai oleh orang lain, begitupun juga kita ini sebagai mahasiswa tidak ingin diri kita diganggu atau dikuasai oleh pemimpin-pemimpin yang dzalim,” tutupnya.

Mahasiswa aksi lainnya, Azam mengatakan saat pengusiran dan terjadi bentrokan, salah satu satpam sampai menendang mahasiswa.

“Saya dari luar dan masuk rektorat, saat keatas sudah banyak satpam yang mulai membuka paksa tenda dan spanduk karena mahasiswa tidak mau keluar dari rektorat. Sampai pihak satpam sempat menendang kami,” terang Azam.

Azam juga berharap rektor segera mengindahkan tuntutan kami dengan memeberi kepastian dengan cepat.

“Jangan lagi main kucing2an dengan lami,” tutupnya.

 

Reporter: Winda Oktavia, Puspita Amanda Sari
Editor: Wilda Hasanah
Foto: Dewi Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.