Keluarkan Surat Undangan Dialog Kepada Massa Aksi, Rektor Berikan Syarat

Keluarkan Surat Undangan Dialog Kepada Massa Aksi, Rektor Berikan Syarat

Penulis: Annisa Firdausi*

Gagasanonline.com – Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahiddin pada Kamis, 2 Juli 2020 mengeluarkan surat undangan dialog yang akan diadakan dalam rapat pimpinan pada Senin, 6 Juli 2020 mendatang. Dialog ini terkait aksi tuntutan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Suska Riau. Namun pihak rektorat mengajukan syarat untuk menyerahkan naskah akademik yang ingin didialogkan.

Menjawab surat undangan tersebut, mahasiswa menyatakan bersedia melakukan dialog. Dengan syarat pihak rektorat dapat memberikan dokumen Rencana Strategi (RENSTRA), Rencana Kegiatan Anggaran Kementrian/Lembaga(RKAK/L) 2020 dan lampiran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) paling lama pukul 16.00 WIB, 3 Juli 2020. Dewi Sari, selaku koordinator aksi mengatakan naskah akademik yang diminta rektor akan diserahkan setelah 3 dokumen ini diberikan. Namun hingga saat ini permintaan massa aksi belum terpenuhi, Sabtu (4/7/2020).

Baca juga: Tak Mendapat Respon, Mahasiswa Tuntut Aktifkan Kegiatan Ormawa

“Surat balasan sudah kami kirimkan kemarin sore dengan ultimatum 1 jam untuk menyerahkan dokumen-dokumen tersebut, namun pihak birokrasi tidak mampu memberikan hingga hari ini,” jelas Dewi.

Dewi mengatakan, sehubungan dengan syarat yang diminta oleh massa aksi tidak terpenuhi maka syarat yang diminta pihak rektorat yaitu naskah akademik dialog juga tidak akan diberikan.

“Audiensi tetap lanjut, tapi naskah akademik tidak akan diberikan karena tiga syarat yang kami minta juga tidak diberikan birokrat,” sambungnya.

Baca juga: Satpam Bubarkan Paksa Mahasiswa Aksi

Koordinator lapangan, Akbar mengatakan untuk sesi audiensi akan dihadiri 20 orang perwakilan massa aksi.

“Saya berharap kawan-kawan bisa mengawal dialog senin besok untuk menyaksikan dan turut serta berjuang agar tuntutan kita diindahkan, karena ini keresahan seluruh mahasiswa UIN Suska Riau,” ujarnya.

Akbar juga menjelaskan massa aksi tidak akan menerima negosiasi apapun dari pihak birokrat dan rektor.

“Jika tidak diindahkan kami akan melanjutkan aksi hingga tuntutan kami terealisasikan,” tutupnya.

Reporter: Annisa Firdausi*
Editor: Winda Oktavia
Foto: Internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.