Rektor Tolak Audiensi, Sema dan Dema di UIN Suska Riau Lakukan Aksi Virtual

Rektor Tolak Audiensi, Sema dan Dema di UIN Suska Riau Lakukan Aksi Virtual

Penulis: Puspita Amanda Sari*

 

Gagasanonline.com – Untuk ketiga kalinya Pimpinan UIN Suska Riau menolak permohonan audiensi oleh Senat Mahasiswa (Sema) UIN Suska Riau dan Dewan Mahasiswa (Dema) di lingkungan UIN Suska Riau pada 4 Mei 2020.

Ketua Sema UIN Suska Riau, Dewi Sari menjelaskan alasan ditolaknya permohonan audiensi dikarenakan Pimpinan UIN Suska Riau masih menunggu Keputusan Menteri Agama (KMA). Menurutnya, beberapa poin dalam permohonan sangat penting seperti, menyangkut kuota internet dan sembako untuk mahasiswa, serta menuntut adanya transparansi anggaran Gugus Depan COVID-19 UIN Suska Riau.

“Di beberapa kampus UIN lainnya sudah ada penanganan pemberian sembako kepada mahasiswa yang terkena dampak Covid-19 seperti UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, UIN Alauddin Makassar dan UIN STS Jambi. Ada juga yang mendirikan dapur umum seperti yang dilakukan oleh UIN Jakarta,” terangnya, Selasa (5/5/2020).

Sejauh pemantauannya, Dewi menuturkan hingga kini UIN Suska Riau hanya memberikan 80 paket sembako kepada mahasiswa nasional dan 10 paket sembako kepada mahasiswa internasional. Kemudian, jelasnya, saat ini sedang dilakukan pemungutan sumbangan kembali.

“Kalau harus menunggu sumbangan, ya keburu mahasiswa mati kelaparan. Saya lihat Rektor tidak sigap melihat kebutuhan anak didiknya,” keluhnya.

Atas penolakan audiensi tersebut, Dewi menuturkan, mahasiswa melakukan aksi virtual di sosial media mulai 5 Mei 2020.

“Kami juga sebar pamflet pemberitahuan mengenai aksi virtual ini pada mahasiswa,” katanya.

Dewi berharap Pimpinan UIN Suska Riau bisa segera merealisasikan poin-poin tuntutan mahasiswa, di antaranya subsidi kuota internet, sembako, diskon UKT selama pandemi, potongan UKT untuk mahasiswa semester 9-14, dan membuka ruang untuk Ormawa sehingga dapat membuat kegiatan selama masa pandemi.

“Terutama saat ini pada pemberian kuota internet dan paket sembako,” tutupnya.

Reporter: Puspita Amanda Sari*

Editor: Wilda Hasanah

Foto: Internet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.