Bahagianya Orang yang Ikhlas

Bahagianya Orang yang Ikhlas

Penulis: Rindi Ariska**

Gagasanonline.com– Sesungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang paling ikhlas. Semakin dia meningkatkan keikhlasannya maka dia akan semakin berbahagia. Bagaimana dia tidak berbahagia?
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui kebaikannya, Allah mengetahui amalannya dan dia menyerahkan ibadahnya semata-mata hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seseorang di atas muka bumi ini bahagia kalau dia bisa dikenal oleh orang yang mulia, dikenal oleh pejabat. Apalagi dia dikenal oleh misalnya bupati, apalagi dikenal oleh presiden misalnya. Dia bahagia, presiden mengenalnya.

Baca juga: Mahasiswa Jurusan Bahasa Arab Ikuti ITHLA Ke Jakarta

Lantas bagaimana jika yang mengenalnya adalah Rabbul ‘alamin, Pencipta dan Penguasa alam semesta ini? Yang jika menghendaki sesuatu hanya mengatakan, “Kun, fayakun”.
Orang yang ikhlash adalah orang yang paling bahagia .
Suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pernah berkata kepada Ubay bin Ka’ab, Abu Mundzir radiallah ‘anhu, kata Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:

يَا أُبَيٍّ إِنَّ الله أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ القرآن

“Wahai Ubay, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan aku untuk membacakan Al Qur’an kepadamu.”
Maka Ubay berkata:

هَلْ سَمَّانِي لك

“Rasulullah, apakah Allah menyebutkan namaku kepadamu?”
Kata Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:

سَمَّاكَ ل

“Ya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebut namamu dihadapanku.”

فَجَعَلَ أُبَيٌّ يَبْكِي

Maka Ubay bin Ka’ab pun menangis.
Kenapa? Ubay menangis karena sangat gembira. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengenalnya, Allah menyebut namanya.
Diantara 7 golongan yang akan Allah naungi pada hari kiamat kelak, ada dua orang yang ikhlas yang Allah menyebutkan atau Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam sebutkan tentang ciri khusus mereka itu ikhlas.

Baca juga: Mahasiswa UIN Suska Akan Ikuti KKN Nusantara

1.Kata Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam:

رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِ يَمِينِهِ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

“Seseorang yang dia berinfaq dengan tangan kanannya kemudian dia sembunyikan sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan olah tangan kanannya”.
Dia bahagia tatkala dia tahu bahwasanya hanya Allah yang mengetahui amalan dia. Dia tidak perdulikan komentar orang lain, bahkan dia sengaja menyembunyikan amalannya, agar yang mengetahui hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia tidak butuh pujian orang lain.

2.Kata Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam:

رَجُلٌ ذَكَرَ الله خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Seseorang yang tatkala dia mengingat Allah dalam bersendirian, maka kemudian matanya mengalirkan air mata”
Orang ini, dia bersendirian dan dia begitu merasakan kelezatan tatkala mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala tatkala mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Agar hati senantiasa dalam keadaan ikhlas baik dalam menjalankan ibadah, menghadapi ujian hidup, ataupun mendapatkan berbagai kesenangan yang juga ujian bagi manusia, tentu bukan proses sesaat untuk mendapatkan keikhlasan. Berikut adalah Cara Membuat Hati Ikhlas :
1. Mengenal dan Memahami Siapa Allah
2. Memahamai Aturan-Aturan Allah
3. Mendudukkan Segala Masalah Secara Adil dan Seimbang

Sumber: Ust. Firanda Andirja
Editor: Muhammad Al-Hafis
Foto: Hidayatullah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.