Penyakit Hati yang Menghinggapi Kalangan Remaja

Penyakit Hati yang Menghinggapi Kalangan Remaja

Penulis : Denan Amin Syukur**

Gagasanonline.com – Kalangan remaja kerap mendapat sorotan dan sering menjadi pembicaraan dalam seminar-seminar karena kenakalannya. Oleh para ahli, kenakalan dan kebengalan remaja sering dikaitkan dengan kondisi jiwa mereka yang masih labil.

Di samping itu, seorang remaja dengan kepentingan tertentu juga dinilai sering melakukann beberapa sifat yang dinilai menyimpang dari tatanan akidah dan akhlak mereka sebagai muslim. Semua itu dikarenakan belum datangnya pendirian yang kuat dalam diri seorang remaja, sehingga pikiran mereka mudah terombang-ambing di antara kebaikan dan keburukan.

Namun, sangat disayangkan sifat manusia memang lebih banyak melakukan keburukan dalam hidupnya. Padahal jika menyadari bahwa apapun yang dilakukan manusia yang berhubungan dengan sifat-sifat tercela pasti datangnya dari setan yang durjana, yang sengaja menjebak manusia agar kelak menemani mereka menjadi keraknya neraka.

Baca: Membandingkan Agama: Keperawanan Maria dan Muhammad yang Ummi

Adapaun beberapa sifat tercela yang sering menghinggapi kaum remaja, menurut pengamatan seorang ahli adalah sebagai berikut:

  1. Meremehkan sumpah

Seringkali terjadi demi mempertahankan argumentasinya mereka mengeluarkan sumpah dari mulutnya. Untuk membuat orang percaya remaja terkadang mengeluarkan sumpah dari mulutnya. Mereka tidak menyadari bahwa sumpah tidak bisa dipergunakan dengan serampangan. Untuk persoalan yang sepele, mereka langsung membawa-bawa nama Allah, dengan mengatakan “Demi Allah !” atau “Wallahi !” atau ucapan-ucapan yang senada dengan sumpah.

Bahaya meremehkan sumpah ini bisa mencelakakan orang lain. Tetapi bagi orang yang kotor akhlaknya, Mengapa memikirkan orang lain? Yang penting diri sendiri diselamatkan terlebih dahulu. 

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ، فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.  فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ


Artinya: Dari Abu Umâmah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allâh mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan surga baginya.” Seorang laki-laki bertanya, “Walaupun hak itu kecil, wahai Rasûlullâh?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Walaupun sebatang siwak”.  [HR. Muslim, no. 137]

Inilah Islam yang terungkap terus terang antara yang halal (boleh) dengan yang haram (tidak boleh). Hanya saja bagi orang yang belum benar tertanam keimanan sepenuhnya masih saja meremehkan hukum-hukum Allah.

Baca: Anjuran Saat Sedang Sakit

Walaupun mengaku muslim, kalau kurang imannya, sumpah mereka gunakan untuk memutar balikkan fakta. Begitu juga dengan remaja, demi menutupi kesalahannya seringkali mengeluarkan sumpah untuk menutupi kesalahannya. Kelihatannya sepele namun dampaknya yang ditimbulkan tidaklah kecil. Adapun hukuman bagi orang yang bersumpah palsu antara lain sebagai berikut:

  • Memerdekakan budak
  • Memberi makan 10 orang miskin
  • Memberi pakaian kepada 10 orang miskin

Apabila dirinya tidak mampu melaksanakan ketiga-tiganya, maka wajib baginya berpuasa selam tiga hari berturut-turut. Demikian yang terdapat dalam kitab Al-Kaba‘ir.

Dengan demikian, tahulah kita meskipun kelihatannya remeh, sumpah itu bisa dibuat untuk permainan. Jadi meskipun masih menjadi seorang remaja, sangat baik jika mereka menggunakan karunia Allah berupa mulut dengan sebaik-baiknya. Tidak untuk meremehkan hukum-hukum Allah.

  1. Percaya diri yang kebablasan

Dengan modal pas-pasan seorang remaja tampil dengan kepercayaan yang amat tinggi. Apalagi jika di dalam hatinya ada maksud tertentu. Namun perlu diingat bahwa Percaya Diri (PD) yang terlalu tinggi bahkan kebablasan bisa membuat dirinya celaka, minimal kurang beruntung. Bahkan sifat demikian bisa membawanya kepada sifat takabur, tinggi hati dan sombong. Padahal kesombongan itu perbuatan tercela. Firman Allah Subhana wa Ta’ala:

.وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ

“Dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.” (Surah Al-Munafiqun: 5)

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Seseorang tidak akan bisa masuk syurga, jika didlam hatinya terdapat ketaburan meskipun sebesar biji jawi.”

Sebagian Ulama Salaf berkata: “Maksiat nomor satu yang dilakukan seorang hamba kepada Allah adalah takabbur.” Hal ini dilakukan iblis ketika membangkang perintah Allah untuk menghormati Adam As. Iblis dengan takabur menganggap dirinya lebih baik dari Adam, membuat Iblis dikeluarkan Allah dari Surga dan inilah ketakabburan yang pertama kali dari seorang hamba durhaka bernama Iblis.

Percaya diri memang diperlukan dalam hidup. Cita-cita tidak akan tercapai jika tidak mempunyai kepercayaan diri. Namun kepercayaan diri yang disertai sikap sombong merupakan sifat tercela. Alangkah baiknya remaja muslim tidak mempunyai sifat seperti ini.

  1. Berlebihan dalam Berhias

Berhias merupakan kegemaran remaja sekarang. Baik laki-laki maupun perempuan, akan tetapi yang mencolok berhiasnya adalah remaja perempuan. Jika mereka belum mengetahui aturan dan batasan-batasan berhias mungkin bisa dimaklumi. Namun wajib mereka untuk mencari tahu hal ini kepada orang yang lebih tahu.

Untuk remaja tidak ada anjuran bersolek, yang ada adalah berpenampilan rapi, membersihkan diri dan menjauhkan diri dari kesan kumuh. Karena Islam menyukai keindahan dan membenci sifat-sifat kotor dan kumuh.

Imam Mujahid berkata: “Ketika wanita menghadap, maka duduklah iblis di atas kepalanya lalu menghias wajah wanita itu untuk menarik perhatian orang yang melihatnya. Ketika wanita berbalik ke belakang, iblis duduk di pantat wanita tersebut lalu menghias pantat wanita itu agar dapat menimbulkan daya tarik bagi orang yang melihatnya.”

Nabi Daud menyampaikan kepada Nabi Sulaiman, anaknya: “Wahai anakku, berjalanlah kamu di belakang macan dan ular hitam, janganlah kamu berjalan di belakang wanita.”

Nabi Daud berkata demikian dikarenakan kekhawatiran beliau terhadap fitnah yang ditimbulkan oleh wanita yang suka bersolek. Tidak sedikit kejahatan seksual terjadi akibat memandang wanita, lebih-lebih kepada wanita yang memamerkan auratnya. Ini yang lebih cepat mengundang kemungkaran dan kemaksiatan.

Sumber : Haqiqi Alif dalam Buku Masa Remaja Penuh Sensasi
Editor: Hendrik Khoirul Muhid
Foto : suaramerdeka.com

Baca Kajian Islam lainnya DI SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.