Dema FTK Terima Aduan Terkait Kehilangan Motor Mahasiswa

Dema FTK Terima Aduan Terkait Kehilangan Motor Mahasiswa

Penulis: Wulan Rahma Fanni

Gagasanonline.com-Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menerima aduan dari mahasiswa terkait adanya kehilangan motor di UIN Suska Riau. Ketua Dema FTK, Ardiansyah Lubis mengatakan hal itu dilakukan karena Dema sebagai penyampai keluhan mahasiswa kepada pimpinan. Rabu, (23/10/2019).
 
Ardiansyah menjelaskan informasi tentang kehilangan motor telah disampaikan kepada Wakil Dekan III FTK dan Rektor UIN Suska Riau. Kemudian ia mendapat instruksi untuk mencatat nama-nama mahasiswa yang kehilangan motor. Menurutnya hal ini perlu dilakukan karena  tanggung jawab dari Dema.
 
“Supaya mahasiswa UIN khususnya FTK memiliki kenyamanan saat belajar, dan tak memikirkan takut motornya hilang,” katanya.
 
Ardiansyah juga menjelaskan aduan yang diterima dari dua bulan yang lalu. Sampai saat ini, ia mengatakan sudah ada lima orang yang mengadukan terkait kehilangan motor, empat dari FTK, dan satu orang dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).
 
Akan ada tindak lanjut dari Dema berupa audiensi dengan pimpinan. Namun saat dikonfirmasi, Ardiansyah belum bisa menentukan kapan akan dilakukan audiensi tersebut. Ia juga mengungkapkan keinginannya terhadap para pimpinan Fakultas maupun Rektorat untuk memberikan fasilitas di Fakultas khususnya tempat parkir mahasiswa berupa Closed Circuit Television (CCTV).
 
“Dibuat kamera CCTV di setiap sudut, agar kelihatan siapa yang mencuri motor,” ungkapnya.
 
Tak hanya itu, Ardiansyah juga menambahkan permintaanya supaya pimpinan bisa membuat kebijakan agar tak sembarang orang bisa masuk ke UIN Suska Riau. Ia menjelaskan saat ini siapapun bisa masuk, baik mahasiswa atau bukan. Menurutnya akan sulit membedakan antara mahasiswa dan bukan, karena nanti ada orang yang bukan mahasiswa namun berpakaian layaknya mahasiswa.
 
“Jadi, entah itu nanti dibuat kebijakan, apabila masuk ke UIN harus memakai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau harus pakai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),” jelasnya.
 
Selain itu, Ardiansyah berharap agar pimpinan memberikan solusi serta tindak lanjut. “Harus ada solusi yang bisa membuat tak ada lagi kehilangan motor, satpam rata-rata sudah ada di tiap parkir fakultas tapi yang jelas satpam juga tak akan mengenali semua mahasiswa, bisa jadi pencurinya berlagak seperti mahasiswa,” katanya.
 
Ardiansyah juga berharap agar mahasiswa lebih berhati-hati menjaga kendarannya. Tak hanya dikunci setang, ia mengusulkan supaya menggunakan kunci ganda.
 
“Jangan sampai kesalahan terjadi dari diri sendiri,” tutupnya.

Editor: Siti Nurlaila Lubis
Foto: Ardiansyah 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.