Tanpa Anggaran Rektorat, Sejumlah Ormawa UIN Suska Laksanakan Agenda

Tanpa Anggaran Rektorat, Sejumlah Ormawa UIN Suska Laksanakan Agenda

Penulis: Tengku Wikel Novryan**

Gagasanonline.com – Sejumlah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN Suska Riau telah melaksanakan kegiatan di lingkungan UIN Suska maupun di luar. Salah satu Ormawa, Pramuka mengadakan kegiatan Perkemahan Bakti Pramuka (Pertika) IV se-Riau. Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pertika, Reski Eldy Putra, Minggu (5/5/2019).

Reski mengatakan kegiatan Pertika dilaksanakan pada 21-26 April 2019 lalu di Bumi Perkemahan (Buper). ia menjelaskan Pertika dilaksanakan tanpa menggunakan dana kemahasiswaan dari UIN Suska, karena terhambat masalah belum keluarnya Surat Keputusan (SK).

“Jadi Pramuka tidak bisa menggunakan dana kemahasiswaan,” katanya.

Baca: Kasubag Kemahasiswaan: Ormawa Wajib Tanda Tangan Pakta Integritas

Reski mengungkapkan Pramuka UIN Suska mendapatkan anggaran dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan yang mensponsori kegiatan tersebut. Selain itu, Pramuka juga mendapatkan dana bantuan dari pembina dan iuran anggota Pramuka. Reski menambahkan total dana yang digunakan untuk kegiatan tersebut mencapai lebih dari Rp 120 juta, mencakup biaya perlengkapan dan transportasi.

“Alhamdulillah karena dapat bantuan dari berbagai pihak acara tetap bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.

Baca: Pramuka UIN Suska Riau Adakan Pertika IV Se-Riau

Ormawa lain yang melaksanakan kegiatan adalah Sanggar Latah Tuah. Melalui kegiatan Bingkas Timur bekerjasama dengan Teater Anak Melayu (Tamu) dari Malaysia, yang dilaksanakan 5–6 April 2019 lalu di Anjungan Seni Idrus Tintin. Asisten Sutradara Acara, Muhammad Reza Akmal mengatakan terkait anggaran dana kegiatan Sanggar Latah Tuah menggunakan uang kas dari kedua sanggar. Serta mendapat bantuan dana dari mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit

“Dana kegiatan juga dari hasil penjualan tiket,” katanya.

Baca: Persiapan Bingkas Timur, Latah Tuah Lakukan Latihan Gabungan Perdana

Senada dengan Reski, Reza juga menuturkan Sanggar Latah Tuah tidak bisa menggunakan dana anggaran kemahasiswaan dari UIN, karena belum keluarnya SK. Reza mengatakan total anggaran dana yang dikeluarkan untuk kegiatan yang telah dilaksanakan kurang lebih Rp 70 juta.

“Bukan karena sk belum keluar aja, tapi juga karena urusannya bakalan menjadi ribet dan lama,” tuturnya.

Reza berharap agar sistem administrasi di UIN Suska tidak dipersulit dan segala kegiatan mahasiswa dapat didukung oleh pihak kampus. Menurutnya tidak hanya dukungan moril tetapi pihak kampus juga memberi fasilitas dan materi.

”Apalagi yang berprestasi, karena itu juga menunjang akreditasi UIN,” jelasnya.

 

Reporter: Tengku Wikel Novryan**, Lia Resti**
Editor: Wulan Rahma Fanni
Foto: Lia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.