Beberapa Dema Fakultas Tolak Penandatanganan Pakta Integritas

Beberapa Dema Fakultas Tolak Penandatanganan Pakta Integritas

Penulis : Delfi Ana Harahap**

Gagasanonline.com – Beberapa Dewan Mahasiswa (Dema) fakultas UIN Suska Riau tolak penandatanganan Pakta Integritas. Ketua Dema Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Suska Riau, Vizra Dwi Yanri mengatakan tidak berniat untuk menandatangani Pakta Integritas, salah satunya karena Surat Keputusan (SK) tak kunjung selesai, Rabu (1/5/2019).

“SK sudah kami ajukan sejak lama tapi belum ada kejelasan juga. Jika SK dipangkas hingga bulan delapan, satu periode ini akan berlalu begitu saja,” tuturnya.

Ia menuturkan sebelumnya ada lima Dema fakultas sudah melakukan audiensi mengenai Pakta Integritas. Jelasnya, mereka berasal dari Dema Fakultas Ushuluddin, Dema Fakultas Sains dan Teknologi, Dema Fakultas Psikologi, Dema Fakultas Syariah dan Hukum.

“Kami kompak dan sepakat untuk menolak menandatangani Pakta Integritas,” ucapnya.

Baca: WR III Jelaskan Tujuan Diubahnya BLM dan BEM jadi SEMA dan DEMA

Sejalan dengan Vizra, Ketua Dema Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Nurhamidi juga mengatakan tidak setuju dengan beberapa poin yang ada dalam Pakta Integritas. Tambahnya, ia sebagai ketua tidak mau menandatangani surat tersebut.

Menurut Nurhamidi, beberapa poin Pakta Integritas terlalu mengekang hak demokrasi dan membatasi ruang gerak mahasiswa. Dua di antaranya mengenai Surat Keputusan Rektor (SK) yang menyatakan masa jabatan lembaga-lembaga yang ada harus berakhir di bulan Agustus.

“Beberapa bulan yang akan datang mahasiswa libur panjang, jadi kegiatan apa yang mau dibuat jika masa SK sudah habis di Agustus,” ucapnya.

Baca: WR III Tak Tahu Isi Pakta Integritas Ormawa

Nurhamidi menambahkan keputusan tersebut dibuat tanpa dasar yang jelas. Ia mengatakan Dema fakultas se-UIN Suska Riau akan mengadakan audiensi dengan semua lembaga yang ada di UIN Suska Riau.

Nurhamidi juga mengungkapkan akan melakukan gerakan, jika nantinya permintaan pengahapusan beberapa poin dalam Pakta Integritas ditolak pihak Rektorat. Menurut penuturan Nurhamidi, mereka beberapa kali berupaya menemui Wakil Rektor III, namun tak berada di tempat.

“Dasar kita menuntut ada, bodoh jika kita menandatangani Pakta Integritas tersebut,” tandasnya.

Reporter : Delfi Ana Harahap**, Wilda Hasanah**
Editor: Bagus Pribadi
Foto: Wilda Hasanah**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.