Kantin Ilegal Timbulkan Pro Kontra Terkait Halal dan Haram

Kantin Ilegal Timbulkan Pro Kontra Terkait Halal dan Haram

Penulis: Hafizul Wananda Putra**

Gagasanonline.com- Kantin di UIN Suska Riau hingga saat ini masih belum memiliki legalitas, pasalnya Kepala Bagian Pusat Pengembangan Bisnis (P2B), Prof Kirmizi Ritonga mengatakan sejumlah kantin yang kini berjualan masih bersifat ilegal, karena belum adanya surat putusan mengenai pembukaan kantin. Legalitas kantin menimbulkan pro kontra mahasiswa terkait halal dan haram makan di kantin ilegal.

Baca:  Kampung Kuliner, dari Perizinan Sampai Legalitas Gedung Kantin

Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi, Muhammad Irzan mengaku ragu tentang halal atau haram ketika makan di kantin yang disebut ilegal. Ia mengatakan apabila penjual tetap berjualan, maka tidak akan berkah hasil dari penjualan tersebut, Selasa (16/4/2019).

“Tapi kalau pembeli tahu itu ilegal, seharusnya beli di tempat lain saja,” ungkapnya.

Berbeda dengan Irzan, Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Jamiul Khair tidak mempermasalahkan terkait legalitas ketika makan di kantin UIN Suska Riau, karena tidak adanya kejelasan soal penutupan kantin secara sepihak oleh kampus. Menurutnya secara izin, pembukaan kantin memang salah, namun halal atau haram tidak ada pengaruh. “Menurut saya enggak ada kata haram, kecuali mereka jual babi,” jawabnya.

Jamiul menambahkan apabila pihak kampus mengilegalkan kantin di UIN Suska Riau saat ini, maka ia meminta agar pihak kampus dapat membuka kantin yang legal secepatnya.

“Mengilegalkan kantin lama, namun kantin baru tak kunjung ada,” ungkapnya.

Terkait persoalan kantin ilegal ini, salah seorang ustaz, Zainuddin Umnur mengatakan apabila sudah timbul keraguan, lebih baik langsung ditinggalkan. Karena jika timbul keraguan tapi tidak ditinggalkan maka akan menjadikan keharaman.

“Tapi kalau kita tidak ragu, silahkan makan saja,” ujarnya.

Zainuddin menambahkan boleh makan di kantin mana saja, maka tidak perlu diragukan tetapi apabila kantin milik non-muslim dan sudah tertulis tidak halal maka jelas itu haram.

Reporter: Hafizul Wananda Putra**

Editor: Wulan Rahma Fanni

Foto: Hafizul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.