Satpam : Mulai Pukul 6 Sore Dilarang Beraktivitas di Kampus

Satpam : Mulai Pukul 6 Sore Dilarang Beraktivitas di Kampus

Gagasanonline.com- Dalam rangka pengamanan dan  ketertiban kampus, kebijakan Rektor melalui Komandan Regu (Danru) Satpam  Firdaus mengatakan sosialisasi pembatasan waktu kegiatan di kampus dilakukan pada malam hari. Selasa,  (5/3/ 2019).

Aktivitas kuliah hanya boleh dilaksanakan sampai pukul 6 sore, sementara untuk aktivitas malam hari ditiadakan. Khusus bagi mahasiswa yang tinggal di asrama aktivitas dibatasi sampai jam 9 malam. Hal ini juga berlaku untuk jalan-jalan tikus masuk UIN Suska.

Peraturan ini diberlakukan demi meningkatkan keamanan kampus, karena minimnya jumlah anggota satpam yang ada di UIN Suska, sehingga sulit untuk melakukan kontrol dan pengawasan. Bagi mahasiswa yang ada keperluan memasuki kawasan kampus pada malam hari harus meninggalkan KTM, sementara itu pengendara yang biasanya menggunakan jalan UIN untuk alternatif memotong jalan H.R. Soebrantas – jalan Garuda Sakti atau sebaliknya, tidak diberi izin.

“Untuk orang luar yang numpang-numpang lewat itu nggak bisa, kalo mahasiswa ya harus ninggalin KTM” kata Firdaus.

Pihak keamanan UIN Suska meminta agar seluruh mahasiswa mematuhi peraturan yang telah ditetapkan agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ada kegiatan pada  malam hari harus mengantongi izin dari pihak rektorat dan Satpam. Sebelum surat pemberitahuan disebar, pihak satpam terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi peraturan baru tersebut selama seminggu ini.

“Secepatnya kami akan menemui WR II untuk ngambil surat pemberitahuannya,” ujar Firdaus.

Salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Arif Rinaldi setuju dengan peraturan baru tersebut. Menurutnya, jika portal UIN Suska jalan Buluh Cina ditutup akan lebih baik, mengurangi resiko adanya perbuatan anomali di dalam kampus di malam hari.

“Biar gak terjadi hal yang aneh-aneh di jalan sepi UIN tuh,” tutur Arif.

Lain halnya dengan Irvan Halim, Mahasiswa yang sempat dicegat saat melewati gerbang kampus Buluh Cina ini kurang setuju dengan peraturan baru tersebut.

“Kalau malam lewat Buluh Cina ke jalan Soebrantas masa harus balik lagi ke jalan Garuda Sakti, kan deket lewat UIN,” keluh Irvan.

Reporter : Siti Nurlaila Lubis, Anggi**

Sumber Foto : Siti Nurlaila Lubis

Editor : Hendrik Khoirul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.