Pengaruh Game pada Otak

Pengaruh Game pada Otak

Gagasanonline.com– Hidup di zaman serba canggih ini tentunya sudah tidak asing lagi bila mendengar  video game. Video game merupakan permainan yang banyak digemari oleh dari anak-anak, tak terkecuali orang dewasa. Dimainkan baik  laki-laki maupun perempuan. Video game pun berkembang semakin pesat, berbagai macam bentuk game tersedia seperti Puzzle, Clash of Clans (COC), Mobile Legend, Hago, hingga yang paling populer Player Unknown’s Battleground (PUBG).

Video game sering dianggap hanya memberikan dampak negatif  karena dapat membuat seseorang malas belajar dan lupa waktu, sehingga melupakan semua rutinitas yang harus dikerjakannya. Selain itu juga bisa menjadi malas bergerak, akibatnya memberikan dampak buruk pula bagi kesehatan.

Lantas, apakah bermain game hanya akan memberikan dampak buruknya saja? Lalu bagaimana pengaruh game terhadap otak manusia?

Ternyata game juga memiliki dampak baik untuk otak. Seperti yang dilansir dalam laman kumparan.com, sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Molecular Psychiatry. Studi tersebut meminta para pesertanya untuk bermain game ‘Super Mario 64’  selama 30 menit per hari  dalam kurun waktu lebih dari dua bulan.

Para peneliti itu kemudian menemukan bahwa otak para peserta studi mengalami peningkatan pada jumlah grey matter, komponen utama di pusat saraf di bagian otak yang berhubungan dengan memori, perencanaan strategis, dan kemampuan motorik tangan dibandingkan mereka yang tidak bermain game.

Selain itu, game bergenre action juga membuat adanya peningkatan pada kemampuan seseorang dalam memperhatikan suatu detail. Ketika seseorang bermain game action antara 5 hingga 10 jam per minggunya, otak mereka akan bekerja lebih efisien di bagian yang berhubungan dengan konsentrasi.

Selain untuk hiburan, faktanya bermain game juga baik untuk meningkatkan kecerdasan otak, meskipun baik untuk perkembangan otak  bukan berarti  video game baik dimainkan sepanjang waktu. Karena segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan akan berdampak buruk. Oleh sebab itu para pemain harus bisa menentukan jangka waktu dalam bermain video game.

Penulis: Lia Resti A.
Editor: Kiki Mardianti
Sumber: kumparan.com
Foto:
https://www.google.co.id/search?q=gambar+video+game&safe=strict&tbm=isch&tbs=rimg:CfhOvEMxNI_14IjgPy14KR1qzr7m6VUJ5sPJwz5_1k2WO1-mwRZa24g5TXSCCuwn6RkR0eu8a3sLprgIdLwNEIXLdryioSCQ_1LXgpHWrOvEVc-_18CGSHnVKhIJubpVQnmw8nARe5K_16u2THfoqEgnPn-TZY7X6bBFdTZ_1U1Yr4FSoSCRFlrbiDlNdIEZfrh5vbaSffKhIJIK7CfpGRHR4RtPzaQxF1EEIqEgm7xrewumuAhxHyeHk18KR1GCoSCUvA0Qhct2vKEV8PyQ4EgMq2&tbo=u&sa=X&ved=2ahUKEwj-xP2J9JvgAhVRbysKHQ1TAuQQ9C96BAgBEBs&biw=1366&bih=657&dpr=1#imgrc=z5_k2WO1-myznM:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.