Mahasiswa Kesalkan Tidak Ada Pemberitahuan Resmi Terkait Wisuda

Mahasiswa Kesalkan Tidak Ada Pemberitahuan Resmi Terkait Wisuda

Gagasanonline.com– Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) merasa kesal karena tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak kampus terkait pembatalan wisuda yang dijadwalkan Februari mendatang. Hal ini disampaikan oleh Mahasiswi Hukum Keluarga, Khairani Intan.

“Kami kesalnya pihak kampus memberikan informasi dari mulut ke mulut saja, dan tidak ada surat permintaan maaf atau pemberitahuan resminya,” ujar Intan saat diwawancarai, Kamis (31/01/2019).

Intan mengatakan sebanyak 20 orang mahasiswa Hukum Keluarga yang akan diwisuda Februari, baru mendapat informasi pembatalan wisuda pada awal Januari 2019. Tidak hanya itu, seminar proposal jurusan Hukum keluarga juga ditiadakan sampai akreditasi keluar. Ia mengaku pemberitahuan itu ia dapatkan dari grub Whatsaap.

“Katanya ada kawan yang dilarang validasi oleh salah seorang pegawai karena wisuda bulan dua itu ditiadakan. Terkejutlah kami, pas kami Tanya ke akademik ternyata memang iya,” terang Intan.

Intan sangat menyayangkan hal ini, sebab ia dan teman-temannya sudah membayar uang wisuda dan melengkapi seluruh persyaratan kelulusan. Ia tak menampik pertanyaan kapan wisuda selalu terngiang di telinganya.

“Kami sudah melakukan kewajiban kami, enam bulan kami nunggu wisuda. Tapi nyatanya kami tak jadi wisuda dan uang kami tak dikembalikan,” cetusnya.

Untuk menunggu sidang saja, Kata Intan, Ia baru bisa sidang di semester sembilan. Sebab, saat itu jurusannya harus melakukan sidang munakasah untuk mahasiswa semeseter 14.

“Angkatan kami tidak ada Cumlaude,” ujar Intan.

Hal serupa juga dirasakan oleh Fajar mahasiswa Hukum Keluarga. TIdak hanya ia, orangtuanya pun turut merasakan kekecewaan dan kesedihan. Kini ia hanya pasrah sambil mencari pekerjaan di kampungnya sembari menunggu jadwal wisudanya.

“Kecewa itu pasti. Kalau dipikir-pikir cuma ceremonialnya aja, tapi ya katanya sudah peraturannya gitu ya harus taat lahlah dengan aturan yang berlaku,” ungkap Fajar.

Baca: http://gagasanonline.com/2019/01/akreditasi-tak-kunjung-keluar-mahasiswa-orangtua-saya-menangis.html

Intan juga menyebutkan sempat mendapat klarifikasi dari Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan bahwa berkas akreditas Jurusan Hukum Keluarga sudah dikirim pada Juni lalu, sementara pergantian pimpinan di Fakultas dan Jurusan terjadwal di bulan Juli.

“Ya pandai-pandai kami lah memahaminya kan, jadi ya disuruh sabar aja, tapi itu bukan solusi,” katanya.

Bagi Intan, wisuda bukan hanya sekedar momentum memindahkan tali toga. Tetapi ada obat jerih payah orang tua di dalamnya.

“Janganlah sampai ditiadakan, dipindahkan pun tak apalah. Dengarlah rintihan kami pak, walau hanya wisuda tapi sangat berharga bagi kami dan orangtua pak,” tutupnya.

Penulis: Kiki Mardianti
Foto: https://www.google.co.id/search?safe=strict&biw=1366&bih=608&tbm=isch&sa=1&ei=XJtTXPuVA9OWwgP2sY2oBA&q=fakultas+syariah+UIN+Suska+Riau&oq=fakultas+syariah+UIN+Suska+Riau&gs_l=img.3..0i24.6679.12459..13105…1.0..0.144.1644.9j7….3..1….1..gws-wiz-img…….0j0i30j0i8i30.198qdUwxtd0#imgrc=qffGgvXHegjhuM:

1 Komentar


  1. Assalamualaikum, jadi sebenarnya apa yang terjadi?? Pembatalan wisuda ??? Jikalau iya terjadi pembatalan harusnya sejak sekarang sudah ada pemberitahuan dari pihak uin sendri. Bukan hanya sekedar mulut kemulut saja.. mohon kejelasannya lagi.. atau ini hanya menjadi permasalahan pada jurusan hukum keluarga?? Ataukah keseluruhan dibatalkan wisuda??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.