Kajur BKI: Akreditasi Harus Ada Kerja Sama Tim

Kajur BKI: Akreditasi Harus Ada Kerja Sama Tim

Gagasanonline.com– Dalam mempersiapkan proses akreditasi jurusan perlu adanya dukungan dan kerja sama yang baik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Jurusan (Kajur) Bimbingan Konseling Islam (BKI) Mardhiah Rubbani.

“Tidak hanya dibebankan pada satu pihak, tetapi perlu kerja sama tim, baik pimpinan, dosen, maupun mahasiswa,” ujar Mardhiah saat ditemui di ruangannya, beberapa hari lalu.

Menanggapi persoalan kelalaian pimpinan, Mardhiah mengatakan permasalahan ini merupakan kelalaian semua pihak sebab tidak fokus pada pentingnya akreditasi. Kurangnya koordinasi membuat terlambatnya persiapan akreditasi sehingga menghambat proses perkuliahan.

“Bukan mencari salah siapa tapi inilah realita yang ada. Kita paham pentingnya sesuatu itu apabila sudah mulai jauh dari kita,” kata mantan Kajur Ilmu Komunikasi (Ilkom) ini.

Baca: http://gagasanonline.com/2019/01/akreditasi-tak-kunjung-keluar-muncul-spanduk.html

Mardhiah bercerita, sewaktu menjadi Kajur Ilkom dirinya pernah mendapatkan info dari salah satu tim asesor komunikasi. Sehingga ia berinisiatif memberikan info kepada mahasiswa dan dosen untuk mengumpulkan piagam prestasi akademik maupun non akademik sebagai poin tambahan penilaian akreditasi.

“Selalu ada hambatan, prodi bergerak pun tanpa ada dukungan juga tak bisa,” terangnya.

Mardhiah juga menyebutkan, akreditasi menjadi poin penting bagi mahasiswa. Tidak hanya dalam menyelesaikan tahapan kelulusan, namun akan berdampak bagi mahasiswa dalam mencari pekerjaan.

“Saat ini kita kenak sanksi tidak ada kelulusan dan tidak ada wisuda, bahkan prodi akan terancam tutup. Imbasnya tidak hanya ke mahasiswa dan dosen tetapi juga ke alumni,” cetusnya.

Saat ini, kata Mardhiah, kita hanya bisa menunggu BAN-PT datang ke UIN Suska sembari menyiapkan beberapa persiapan kedatangan BAN-PT ke Kampus Madani ini.

“Namanya tamu kita tidak bisa memprediksi kapan datangnya,” ujarnya.

Lain halnya dengan Kajur Ilmu Komunikasi Atjih Sekaesih, ia menolak untuk memberikan keterangan terkait akreditasi jurusannya. “No Comment,” katanya.

Di sisi lain, Saat dijumpai Gagasan Kajur Hukum Keluarga tidak berada di tempat. Tidak tampak pula aktvitas kantor di ruangan Kajur Hukum Keluarga itu.

Berdasarkan informasi  dari salah seorang mahasiswa Hukum Keluarga, Khairani Intan, mengatakan kegiatan perkuliahan jurusan Hukum Keluarga terhenti sejenak sampai keluarnya akreditasi yang diperkirakan Maret mendatang.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr Nurdin MA, mengatakan tinggal menunggu waktu saja, dan diperkirakan awal Februari BAN-PT akan turun.

“Sudah ada signal akan turun Februari Insyaallah, mudah-mudahan kalau tidak ada kendala akhir Februari akan keluar hasilnya,” katanya.

Nurdin juga mengungkapkan, alasan lambatnya proses akreditasi ini disebabkan menungggu pencairan anggaran BAN-PT.

“Januari anggaran tidak turun, Februari baru anggaran sudah bisa digunakan. Insyaallah Maret sudah bisa ujian,” terangnya.

 

Reporter: Kiki Mardianti
Foto: https://www.google.co.id/search?q=akreditasi&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjX_-PWqpngAhWJRY8KHRj8B20Q_AUIDigB&biw=1366&bih=657#imgrc=Od93N7cD37YnXM:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.