Akreditasi Tak Kunjung Keluar, Mahasiswa: Orangtua Saya Menangis

Akreditasi Tak Kunjung Keluar, Mahasiswa: Orangtua Saya Menangis

Gagasanonline.com- Para mahasiswa tingkat akhir mengeluh terkait akreditasi Jurusan Imu Komunikasi (Ilkom) dan Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Suska Riau yang tak kunjung ada kepastian dari BAN-PT. Pasalnya, hal itu menghambat proses kelulusan mereka. Mahasiswi Ilkom semester 12 Peny Bauty mengungkapkan bahwa orangtuanya kecewa dan menangis karena belum mendapat kepastian kelulusan.

Saat dijumpai Gagasan, dengan mata berkaca-kaca Peny menceritakan perihal tuntutan orangtuanya terkait kelulusan.

“Orangtua marah, selalu nanya dan sering dibandingkan dengan teman-teman yang anaknya sudah lulus kuliah,” katanya, Rabu (23/01/2019).

Baca: Akreditasi Tak Kunjung Keluar, Muncul Spanduk

Peny mengaku, kekecewaannya bermula ketika selesai sidang munakasah pada 30 Agustus 2018 lalu. Sempat ia mendapatkan kabar dari seorang dosen bahwa pendaftaran validasi bisa dilakukan sebelum akreditasi diajukan. Namun nasib tak berpihak padanya, validasi tak dapat dilakukan.

“Selama menunggu ini, saya menganggur aja di rumah, mama nangis tapi saya mencoba memberi pengertian,” ujarnya lirih.

Tidak jauh berbeda dengan Peny, Teti Nurwanti juga menyampaikan keluhannya. Mahasiswi BKI semester 12 ini sudah terdaftar wisuda pada Februari mendatang. Akan tetapi, ia tidak bisa memakai baju wisuda dan toga yang telah dibelinya sejak Desember lalu karena terhambat akreditasi.

“Kita sudah berharap, sampai-sampai orang tua kecewa. Apa pun info dari kampus bilang ke mama,” katanya pada Gagasan.

Mengenai ditiadakannya yudisium di fakutasnya, Teti menyebut tidak ada sosialisasi kepada mahasiswa terkait SK peniadaan yudisium itu. Ia mengetahui informasi itu hanya dari mulut ke mulut. “Yudisium tak ada, medali pun tak dapat,” cetusnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Albert Mahendra, mahasiswa Ilkom semester 14 yang masih bimbingan skripsi. Albert mengaku hampir tiap hari didesak orangtua dan dibanding-bandingkan dengan teman-temannya yang sudah lulus. Sampai suatu hari ia merasa kesal karena orangtuanya tidak mengerti dengan perjuangannya untuk lulus. “Sampai bertengkar beradu argumen dengan Bunda,” ungkap Albert.

Baca: FDK Adakan Pemilihan Dema Periode 2019/2020

Albert mengatakan, ia bersama teman-temannya sudah melakukan audiensi dengan pimpinan kampus. Menurutnya, pihak pimpinan sudah berusaha untuk menyelesaikan permasalahan akreditasi ini.

Menanggapi persoalan ini, Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Toni Hartono, mengatakan tim asesor diperkirakan akan datang pada Februari mendatang. Setelah hasilnya keluar, dimungkinkan sepekan setelah itu mahasiswa sudah bisa melakukan proses kelulusan.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilkom, Atjih Sukaesih saat ditemui Gagasan belum lama ini, menolak untuk berkomentar terkait persoalan ini. “Saya no comment,” katanya.

Reporter: Kiki Mardianti
Editor: Aqib Sofwandi
Foto: Nikmah

1 Komentar


  1. Masalah ini belum juga selesai di kampus ku? Ya allah berapa banyak dosa yang mereka tanggung para petinggi2 yang melalaikan tugas dan kewajibannya sehingga menjadikan mahasiswa korban. Aku kira kemaren cukup di periode wisuda ku aja yg gak diwisuda ternyata berlanjut, dan makin banyak masalah ditimbulkan dari permasalahan akreditasi ini. Skrg dimana mahasiswa harus mencari tampungan untuk menangis? Sedangkan keluarga mereka susah utk mengerti perihal masalah ini. Semoga ada nurani para petinggi yang simpati dan bisa mengobati kekecewaan mahasiswa komunikasi dan bki. Aamiin ya allah 🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.