Terapkan Tujuh Golongan, Mahasiswa Keluhkan UKT

Terapkan Tujuh Golongan, Mahasiswa Keluhkan UKT

Gagasanonline.com – Penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Suska dimulai tahun 2014. Dari tahun 2014 pembagian UKT telah beberapa kali mengalami perubahan, ditahun ajaran 2018 golongan UKT dibagi hingga tujuh golongan membuat mahasiswa mengeluh.

Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Rizki Yananda mengatakan untuk nominal UKT golongan tujuh di FST mencapai Rp 7.800.000. Banyak mahasiswa FST yang mengeluh dan melaporkan untuk penurunan UKT kepada BEM FST dikarenakan tidak tepat sasaran. Rata-rata mahasiswa mengeluh yang mendapatkan UKT golongan tiga hingga tujuh.

“Sejauh ini kami masih mengumpulkan data-data mahasiswa yang mengeluh perihal UKT ini,” jelasnya saat dijumpai di FST, Kamis (8/11/2018).

Hal senada disampaikan Ketua BEM Fakultas Ushuluddin (FU), Rinaldo menceritakan awalnya mahasiswa FU angkatan 2018 berjumlah 422 orang. Namun, sekarang menjadi 410 orang dan yang tak melanjutkan kuliahnya di antaranya karena masalah tak mampu membayar UKT yang sudah ditetapkan.

“Kalau di FU sampai sekarang mahasiswanya paling tinggi mendapat UKT golongan lima,” pungkasnya.

Rizki menyampaikan sejauh ini sudah bicara dengan Wakil Rektor (WR) II, tapi WR II menganjurkan untuk menyampaikan langsung kepada Rektor. Ia mengatakan jika Rektor menyetujui, WR II tinggal melaksanakannya.

Rizki juga menambahkan UKT yang tinggi tak sesuai dengan fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Ia mengatakan jika FST mendapat UKT tinggi karena alasan praktikum, menurutnya itu tidak benar karena alat praktikum dari tahun ke tahun tak pernah diganti.

“Kami juga kekurangan gedung dan beberapa kursi yang rusak,” tambahnya.

Rinaldo mengharapkan jumlah nominal UKT jangan sampai Rp 7.000.000. Ia sangat menyayangkan kenaikan jumlah golongan UKT dibarengi dengan kenaikan nominal UKT tersebut.

“Terserah golongan UKT sampai tujuh, tapi jumlah nominalnya jangan naik, harus tetap seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya.

 

Penulis: Bagus Pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.