Setelah Sepuluh Hari, Dompet Korban Hipnotis Dikembalikan

Setelah Sepuluh Hari, Dompet Korban Hipnotis Dikembalikan

Gagasanonline.com- Setelah sepuluh hari menanti, dompet korban kasus hipnotis yang menimpa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Sosial (FES) Ayuni yang berisi kartu-kartu, dikembalikan oleh anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) melalui sekuriti gerbang utama UIN Suska Riau. “Itupun anak SD diantar sama bapak-bapak,” ujarnya Rabu, (30/10/2018).

Sekuriti yang bertugas di gerbang utama kampus, Kasnawi mengatakan ia menerima dompet di jam 10.00 tanpa mengetahui jika dompet tersebut milik korban hipnotis di kampus, sehingga ia hanya sekedar menerima barang dan melepaskan orang tersebut. “Karna kami tidak tahu ada kejadian, jadi kami tidak tahan orangnya dulu,” ungkapnya.

Setelah menerima dompet yang berisi identitas korban, ia mulai mencari pemilik dompet dengan menanyakan kepada mahasiswa serta meminta menginformasikan di grup-grup WhatsApp anak FES. Selang waktu setengah jam, korban datang ke pos dan menceritakan kronologi sebenarnya.

Menurut Koordinator Lapangan 1, Dwi Bagus mengatakan kabar mahasiswa dihipnotis ia dapat dari media sosial salah satu anggotanya. Sebab tidak ada laporan masuk ke posko dan korban sama sekali tidak melapor ke satpam UIN Suska.

“Tidak ada masuk laporan ke kami,” katanya.

Setelah mengetahui kabar tersebut dari media sosial, ia langsung menyuruh anggota yang bertugas untuk memperketat pengamanan. Ia mengimbau seluruh mahasiswa untuk bisa bekerja sama untuk melapor ke sekuriti jika melihat ada orang yang mencurigakan masuk ke wilayah kampus. Hal ini agar pihaknya dapat bertindak cepat.

“Dari medsos kan kami telat tahunya, kejadiannya udah beberapa hari, kami pun bertindaknya susah,” tutupnya.

 

Penulis: Siti Nurlaila Lubis

Editor: Syahidah Azizah Sipayung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *