Fakhrurrodzi : Ini Tips Untuk Jurnalis Pemula

Fakhrurrodzi : Ini Tips Untuk Jurnalis Pemula

Gagasanonline.com – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru tahun 2013-2016, Fakhrurrodzi memberikan materi pada kegiatan Dikdas (Diklat Dasar) jurnalistik di Sekretariat Gagasan. Materi yang disampaikan mengenai teknik wawancara & penulisan berita. Dalam hal ini fakhrurrodzi juga memberikan tips bagaimana menjadi seorang jurnalis yang baik bagi jurnalis pemula, Sabtu (27/10/2018).

 

Fakhrurodzi mengatakan proses teknik wawancara adalah gambaran sebuah proses dari berita. Apabila teknik wawancara yang dilakukan tidak benar, efeknya adalah berita yang dihasilkan dapat diragukan. Jadi menurut Fakhrurrodzi, teknik wawancara sangat berdampak pada hasil akhir sebuah berita. “Jika beritanya bagus berarti proses dari awalnya sudah berhasil,” ungkapnya.

 

Selain itu, Fakhrurrodzi menekankan pada jurnalis pemula untuk berhati-hati dalam penulisan kutipan. Karena penambahan satu kata dalam penulisan kutipan akan menghasilkan makna yang berbeda. “Kalau narasumber tidak mengatakan “iya” tetapi dalam penulisan ada kata “iya”, itu adalah sebuah kesalahan fatal”, katanya.

 

Dalam hal ini, Fakhrurrodzi memberikan tips kepada jurnalis pemula untuk tetap rajin belajar. Karena pemula itu harus terbiasa, mulai dari terbiasa belajar. “Pokoknya belajar, belajar, belajar. Kalau tidak belajar maka pada akhirnya kita sendiri yang akan rugi,” ujarnya.

 

Fakhrurrodzi juga mengatakan ia mengakui keberhasilan Gagasan dalam menghasilkan jurnalis pemula. Baik itu jurnalis media cetak, media online, siber, tv, atau media apapun. “Gagasan berhasil menghasilkan alumni-alumni yang tunak dalam bidang jurnalistik,” sebutnya.

 

Fakhrurrodzi berpesan untuk teman-teman yang berada di kampus dan di dalam organisasi kampus, banyak-banyaklah belajar agar menjadi jurnalis yang layak dan diterima di tempat kerja. Karena pada akhirnya kita semua pasti mencari kerja. Fakhrurrodzi juga berharap bahwa profesi jurnalis diisi dengan orang-orang yang tahu benar tentang jurnalistik. “Jangan sampai seorang gojek, seorang satpam memiliki kartu pers,” tutupnya.

 

Penulis : Winda Oktavia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *