Pembangunan Gedung Dosen di Lapangan Sepak Bola

Pembangunan Gedung Dosen di Lapangan Sepak Bola

Gagasanonline.com – Lapangan Sepak Bola UIN Suska Riau menjadi tempat pembangunan
gedung baru. Kepalan Bagian Pusat Pengembangan Bisnis, Prof Kirmizi Ritonga mengatakan pembangunan tersebut untuk Gedung Dosen selingkungan UIN Suska Riau. Selasa (04/09/2018)

Pembangunan ruang dosen dilakukan di Lapangan Sepak Bola karena mengejar waktu yang sudah ditetapkan, yakni dalam tiga bulan harus selesai. “Lapangan Sepak Bola tanahnya sudah padat jadi tak
perlu menimbun lagi supaya Desember bisa selesai, kalau buka hutan lagi kan prosesnya panjang,” jelasnya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Alvin Satria Muliyandi mengatakan mahasiswa yang menyalurkan hobi lewat Sepak Bola jadi terhenti dan bisa jadi akan mematikan persatuan Sepak Bola di UIN Suska Riau. “Mungkin bisa menumpang di lapangan lain, tapi tak efektif karena harus berbagi dengan warga sekitar lapangan,” katanya.

Hal ini juga ditegaskan oleh Wakil Rektor III, Drs Promadi mengatakan sebelumnya Direktorat Jenderal (Dirjen) sudah menegur terkait pembangunan gedung di Lapangan Sepak Bola dan kontraktor bersedia akan mencarikan
lahan pengganti untuk Lapangan Sepak Bola.

Menanggapi masalah ini, Prof Kirmizi mengatakan bukan berarti tak ada pengganti untuk Lapangan Sepak Bola. Ia
menjelaskan rencana penggantian Lapangan Sepak Bola bertempat di lahan sebelah kiri
sebelum Portal Jalan Buluh Cina. “Jadi kami bukan mengabaikan kepentingan
mahasiswa,” ujarnya.

Prof Kirmizi mengatakan untuk usulan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) rencana Lapangan Sepak Bola tak bisa lagi tahun ini karena termasuk rencana
anggaran jangka pendek. Ia mengatakan tahun depan akan diusulkan pembuatan Lapangan
Sepak Bola.

“Kalau kita rencanakan sekarang tentu realisasinya tahun depan, itu pun kalau
usulan anggaran diterima kalau tak diterima ya tahun depannya lagi,” tutupnya

 

Penulis: Bagus Pribadi

Editor: Syahidah

1 Komentar


  1. Profesor bongak.
    Udah jelas di unri gagal sebagai ketua kui, eh dipakai di uin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *