Hasan Tak Mau Kalah dari Keterbatasan

Hasan Tak Mau Kalah dari Keterbatasan

gagasanonline.com : Tepat pukul 08.30 WIB. Dengan kursi rodanya, Musa Hasany sudah menunggu diselasar rektorat untuk sekadar berbagi cerita. Ia memakai kemeja batik hitam bermotif coklat. Pemuda Kamboja ini sangat terlihat berbeda dibanding mahasiswa sekitarnya waktu itu.

Setiap menuju ruang kelas, Musa Hasany setidaknya membutuhkan enam orang temannya.

Hasan adalah sapaan akrabnya. Asal mulanya, ia kuliah di Indonesia karena tawaran beasiswa dari Kemenag RI. Awalnya ia ingin masuk di UIN Hidayatullah Jakarta atau UIN Malang. Karena di sana banyak mahasiswa Kamboja. Namun saat itu Kemenag tak menawarkan peluang untuk kedua kampus tersebut. Kemenag kemudian menyodorkan tawaran kuliah di UIN Suska Riau. “ Karena pada masa itu UIN Suska belum ada mahasiswa Kamboja,”ungkapnya

Saat pemilihan jurusan, Hasan belum tahu memilih yang mana. Mulanya Ia memilih untuk ikut-ikutan teman-temanya saja, mereka banyak memilih jurusan di Fakultas Usuluddin. Namun ia urungkan karena menurutnya Ushuluddin tidak sesuai dengan minatnya. “Saya tak suka pelajaran yang banyak menghafal,”katanya. Hasan pun pada akhirnya memilih Jurusan Teknik Informatika.

Saat tiba di Pekanbaru, ia mengaku sangat senang bertemu dengan orang Indonesia. “Orang Indonesia baik,”katanya. Hal ini pula yang membuat dirinya mudah beradaptasi. Namun ia terkendala dengan bahasa. Hasan sama sekali belum bisa berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, tahun pertamanya ia habiskan untuk belajar bahasa Indonesia. Saat ini, Hasan mengaku mampu menguasai tiga bahasa. “Saya juga mahir berbahasa Inggris,”katanya.

Tak hanya komunikasi, Hasan juga terkendala dengan kondisi fisiknya. Gedung-gedung di kampus kebanyakan bertingkat. Tangga-tangga fakultas belum terlalu ‘ramah’ bagi pengguna kursi roda seperti Hasan. Sehingga setiap akan belajar di ruang kelas, ia butuh bantuan teman-temannya untuk sampai di ruang belajar. “Enam orang biasanya sudah cukup untuk mengangkat saya (ke ruang belajar),”katanya.

Saat ditanya tentang penyebab kelumpuhan yang ia alami, Hasan menyebut bahwa ia diserang oleh virus polio. Saat Hasan lahir ke dunia, kondisi fisiknya baik-baik saja. Ia terjangkit saat usianya memasuki umur 1 tahun. Gejala pertama yang ia dapat adalah demam panas selama 24 jam, kemudian berlanjut menyerang kaki dan berefek tidak bisa berjalan sampai sekarang.”Setelah saya dewasa baru kerasa sakitnya, tapi ya kaki saya bisa gerak.” tambahnya.

Polio merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi salah satu dari tiga virus polio. Gejala yang paling parah bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian, kebanyakan kasus polio memiliki gejala lebih ringan. Bahkan beberapa orang yang terkena polio tidak menderita gejala apapun dan tidak tahu mereka terinfeksi.

Meskipun begitu, Hasan tidak mau berpangku tangan. Usai tamat dari sekolah menengah, ia paham betul bahwa keluarganya belum punya cukup dana untuk menguliahkannya. Untuk itu, ia gigih untuk mencari pekerjaan. Selain untuk menabung biaya kuliah, usahanya ini juga dilakukan untuk membantu ekonomi keluarga. . “Orang tua saya tak punya uang,”katanya.

Hasan sempat bekerja sebagai teknisi perbaikan laptop selama 2 tahun di sekolah almamaternya. Ia tak canggung karena keterbatasan fisik yang ia milki. Anak sulung dari pasangan El-Musa dan Sossikhiroh ini juga sempat menorehkan beberapa prestasi di Kamboja. Hasan pernah meraih Juara 1 dalam ajang acara Pelajar Microsoft Tingkat Kota dan Juara 2 Design Photo Program Photoshop dan Song Vigish di Kamboja.

Bagi Hasan hidup itu jangan minta bantuan kepada orang lain. Meski memiliki berbagai keterbatan, Ia mengaku enggan untuk terlalu menyusahkan orang lain. Hasan juga menyebut, Sosok Ibu dan Ayahnya juga sangat berpengaruh terhadap semangatnya mengejar mimpi. Keduanya senantiasa mendukung untuk tetap terus berjuang menggapai cita-cita yang ingin digapai anaknya.”Orang tua dan diri sendiri adalah penyemangat hidup saya.”tutupnya.

www.gagasanonline.com : Media Daring Mahasiswa UIN Suska Riau

Penulis : Siti Nur Laila Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *