Kronologi Aksi Demonstrasi Dosen Se-UIN Suska Riau

Kronologi Aksi Demonstrasi Dosen Se-UIN Suska Riau

gagasanonline.com- Pukul 09.00 WIB, seluruh massa yang tergabung dalam aksi demonstrasi mendatangi Gedung Rektorat UIN Suska Riau dengan membawa dan membentangkan beberapa spanduk serta karton berisikan berbagai macam tuntutan terhadap rektor.

Pukul 09.21 WIB, massa meletakkan spanduk di rektorat lantai dasar sambil menunggu Wakil Rektor (WR) II Dr Akhyar turun menuju aksi.

Pukul 09.30 WIB, WR II Dr Akhyar turun menemui dosen dan mengajak duduk bersama untuk mendengarkan aspirasi dari beberapa dosen secara bergantian. “Ketidakadilan dirasakan di sini,” ungkap Dardiri saat menyampaikan aspirasi.

Pukul 10.00 WIB, Nurdin salah satu peserta aksi juga menyampaikan aspirasinya. “Jangan kami dikecewakan, jangan buat kami menangis, tolong hentikan kezoliman.”

Pukul 10.14 WIB, penyampaian aspirasi oleh dosen secara bergantian. Jasno salah satu dosen menegaskan aspirasinya.  “Saya berpihak atas kebenaran. Kalau ada hak orang bayar, kalo ada kewajiban laksanakan,” tegasnya.

Pukul 10.20 WIB, “Sekali lagi pegawai yang arogan di lantai tiga itu tolong diganti,” ungkap peserta aksi Alimuddin memohon kepada WR II Dr Akhyar.

Pukul 10.30 WIB, WR II menjawab aspirasi-aspirasi peserta aksi demonstrasi dosen.  “Uang tunjangan kerja (Tukin), besok sudah bisa masuk ke rekening bapak ibu sekalian. Untuk Tukin tahun ini hanya dua bulan, sisanya sudah kami kirim ke Jakarta,” kata Akhyar menanggapi aspirasi dosen.

Setelah WR II menjawab aspirasi aksi demonstrasi, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Kafrina menjawab salah satu aspirasi massa. “Saya tidak ada asas kekeluargaan di UIN Suska ini. Saya bukan orang Kampar, bukan alumni UIN, saya alumni UNRI”, katanya menanggapi aspirasi salah seorang dosen terkait perekrutan pegawai yang dinilai nepotisme

Pukul 11.00 WIB, aksi demonstrasi dosen se-UIN Suska Riau mulai membubarkan diri. “Jangan ada yang membuka spanduk sampai tuntutan direalisasikan,” ujar Dardiri saat para dosen mulai meninggalkan lokasi orasi.

Penulis: Zainul Kirom**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *