Jarang Mendapat Sentuhan, Gerbang UIN Suska Riau Merana 

Jarang Mendapat Sentuhan, Gerbang UIN Suska Riau Merana 

gagasanonline.com– Kusam, berlumut, serta rerumputan tumbuh disela-sela ornamen yang bercat emas pada relief huruf arab. Tampak banyak mengelupas adalah bukti nyata bahwa Gerbang UIN Suska Riau jarang mendapat sentuhan.

Warnanyapun bahkan cukup pantas disebut buram, pucat dan luntur. Kesahajaannya tak lagi memancarkan kekukuhannya seperti dulu. Jauh sekali keadaannya kini jika dibandingkan dengan penampakannya beberapa tahun silam.

Gerbang ini memiliki tujuh kubah berbentuk lengkung dan bersudut lancip di bagian atas masing-masing kubah. Satu diantara ketujuh kubah lain, yaitu kubah yang terletak di tengah dan menjadi penyatu serta pemisah antara gerbang keluar dengan gerbang masuk, lumayan kentara sekali kepudaran warna catnya. Baik dibagian belakang maupun bagian depan.

Kesan ini timbul dikarenakan warna hijau pada tembok kubah ini cukup mendominasi dibanding warna hijau pada bagian-bagian lainnya, ditambah hijaunya palem serta tanaman hias yang sengaja ditanam di depan tembok seakan menabok warna hijau kusam tembok gerbang.

Keenam kubah lainnya yang terletak di samping kubah pertama, tiga di kanan dan tiga pula di kiri. Dua kubah agak kecil dengan ujung bercabang seperti bangku untuk membaca Al-Qur’an, mendampingi kubah utama, yakni kubah yang menaungi jalan.

Di bagian kubah yang menaungi jalan inilah terdapat kaligrafi arab dibalur dengan warna emas nan indah. Sekarang sebagian besar warna emasnya telah mengelupas, seolah terdulang oleh waktu. Yang paling kentara adalah pudarnya cat warna krim di setiap sisi kubah, bahkan warnanya telah pucat dan kusam.

Sementara itu, lumut yang menempel di sisi-sisi tembok juga turut menganggu saat dilihat. Walaupun tidak terlalu jelas dilihat dari jauh, tetapi tetap saja memberi kesan bahwa gerbang jarang atau bahkan tidak pernah mendapat sentuhan sejak pertama kali dibangun.

Mahasiswi semester satu Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Ega Cindy mengatakan bahwa Gerbang UIN Suska Riau tidak terawat. “Dilihat dari jauh saja sudah tampak, lho, dindingnya kusam, kayak nggak diurus.”

Meskipun infrastruktur di dalam kampus lebih penting bukan berarti bangunan yang ada di luar kampus harus terbengkalai. “Apalagi orang itu melihat, kan, dari cover -nya dulu, takutnya nanti ada yang komentar, yang bagian luar saja seperti ini. Apalagi yang ada di dalamnya?,” lanjutnya.

Ega berharap ada kesadaran dari pihak Rektorat agar Gerbang UIN Suska Riau mendapat perhatian, supaya gerbang yang dulu terlihat megah ini kembali menyandang kecantikannya. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi para mahasiswa-mahasiswi UIN Suska Riau.

Febrian Zainuri, mahasiswa Fakultas Dakwah & Ilmu komunikasi berpendapat bahwa Gerbang UIN Suska memang tidak terawat tetapi tidak terlalu parah. “Terawat sih enggak, terbengkalai juga enggak, tapi memang perlu perawatan, sebuah bangunan kalau mau bagus ya harus dirawat.”

Menurut Febriyan, sebenarnya bukan hanya gerbang saja yang kurang terawat, banyak ornamen kampus lain yang juga perlu diperbaiki, seperti misalnya tulisan ‘UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM’ yang berada di depan gedung rektorat telah kehilangan salah satu huruf. “Kalau taman kita bagus, kita kan semakin cinta sama kampus kita,” ujarnya.

Lain halnya dengan Heri Prasetiawan, mahasiswa semester lima Fakultas Syariah dan Hukum berseberangan pendapat dengan Ega dan Febriyan. Menurutnya tidak ada masalah dengan Gerbang UIN Suska. “Sebenarnya penting, cuma ada yang lebih penting lagi,” komentarnya. Daripada mengalokasikan dana untuk gerbang UIN Suska yang kurang penting, lebih baik dananya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur di dalam fakultas.

Apalagi banyak sekali perlengkapan perkuliahan yang tidak layak pakai, Kurangnya infokus, kipas angin yang mati dan juga kursi-kursi banyak yang rusak jauh lebih penting untuk diperhatikan. “Memang semuanya tidak bisa dibangun sekaligus, mungkin ada masalah dipendanaan,” katanya.

Penulis: Hendrik Khoirul Muhid**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *